× Home Daftar Isi Disclaimer Tentang Blog
Menu

Serba Ada

Serba Serbi

Contoh Soal Penambahan Asam/Basa Kuat pada Larutan Penyangga (Buffer)

Materi: kimia
Menanggapi soal yang diberikan rekan anggota grup Asosiasi Guru Kimia Indonesia yang diambil dari soal SBMPTN kimia menjadi menarik untuk mencarikan contoh soal terkait dengan komponen zat apa saja yang memungkinkan terjadinya larutan penyangga (buffer).
 

Pasangan zat berikut ini yang jika dicampurkan akan berpeluang menghasilkan larutan bufer adalah ....
(1) CH3COOH (aq) + NaOH(aq)
(2) CH3COONa (aq) + HCl(aq)
(3) NH3(aq) + HCl(aq)
(4) NH4Cl(aq) + NaOH(aq)



Penambahan asam kuat pada larutan penyangga

Soal #1:
Berapakah pH setelah penambahan 0,002 mol HCl pada 100 mL larutan penyangga yang terdiri dari 0,50 M CH3COOH dan 0,50 M CH3COONa ?(pKa CH3COOH = 4,76 )

Pembahasan Soal #1:

pH sebelum  penambahan HCl
pH sebelum  penambahan HCl dapat dihitung seperti biasanya.
pH = pKa + log([garam]/[asam])
pH = 4,76 + log(0,50/0,50)
pH = 4,76 + log(1)
pH = 4,76 + 0
pH = 4,76 

HCl akan bereaksi dengan CH3COONa:
CH3COONa + HCl → CH3COOH + NaCl

Atau jika disingkat menjadi:
CH3COO– + H+ ⇌ CH3COOH

Jumlah CH3COOH dalam larutan penyangga sebelum ditambahkan HCl
= 0,1 L × 0,50 M= 0,05 mol
Jumlah CH3COONa dalam larutan penyangga sebelum penambahan HCl
= 0,1 L × 0,50 M= 0,05 mol
Jumlah HCl yang ditambahkan 0,002 mol

Berdasar pada perbandingan koefisien persamaan reaksi setara (1:1) maka:
0,002 mol CH3COONa bereaksi dengan 0,002 mol HCl menghasilkan 0,002 mol CH3COOH. (⟶jumlah CH3COOH setelah penambahan 0,002 mol HCl)

Reaksi:CH3COONa+HCl ⇌CH3COOH+NaCl
Awal :0,05 mol

0,002 mol
0,05 mol
–
Bereaksi :–0,002 mol

–0,002 mol
+0,002 mol
+0,002 mol
Kesetimbangan :0,048 mol

0
0,052 mol
0,002 mol

Total jumlah CH3COOH sebelum dan sesudah penambahan 0,002 mol HCl = 0,052mol

Konsentrasi CH3COOH akhir = 0,052 mol / 0,1 L = 0,52 M

Sebanyak 0,002 mol CH3COONa yang telah bereaksi dengan HCl,CH3COONa yang tersisa (tidak bereaksi dengan HCl = 0,05 – 0,002 = 0,048 mol 
Konsentrasi CH3COONa akhir = 0,048 mol / 0,1 L = 0,48 M

pH = pKa + log([garam]/[asam])
pH = 4,76 + log (0,48/0,52)
pH = 4,76 +log 0,923
pH = 4,76 + (– 0,03)
pH = 4,73


Penambahan basa kuat pada larutan penyangga
Soal #2:
Berapakah pH campuran 30 mL CH3COONa 0,1 M dan 15 mL HCl 0,1 M?
Berapakah pH campuran tersebut setelah ditambahkan 5 ml NaOH 0,1 M?

Pembahasan Soal #2:

Jumlah CH3COONa = 0,03 L × 0,1 M = 0,003 mol
Jumlah HCl = 0,015 L × 0,1 M = 0,0015 mol

Reaksi:CH3COONa+HCl ⇌CH3COOH+NaCl
Awal :0,003 mol

0,0015 mol
–
–
Bereaksi :–0,0015 mol

–0,0015 mol
+0,0015 mol
+0,0015 mol
Kesetimbangan :0,0015 mol

0
0,0015 mol
0,0015 mol

Ketika CH3COONa dan HCl dicampurkan, H+ dari HCl akan terjadi reaksi:
CH3COO– + H+ ⇌ CH3COOH

Perbandingan molar antara ion CH3COO– dengan ion H+ adalah 1:1, oleh karena itu HCl bertindak sebagai pereaksi pembatas.
Jumlah asam asetat yang terbentuk akan sama dengan mol HCl = 0,0015 mol
Jumlah ion asetat (garam) yang tersisa ⟶ 0,003 – 0,0015 = 0,0015 mol

Jadi pada saat akhir terdapat asam lemah CH3COOH dan basa konjugasinya (garam) membentuk larutan penyangga.

pH = pKa + log(mol garam/mol asam)
pH = 4,76 + log(0,0015/0,0015)
pH = 4,76 + log 1
pH = 4,76 + 0
pH = 4,76

Penambahan basa kuat NaOH akan menetralkan ion H+ (pada CH3COOH hasil reaksi campuran CH3COONa + HCl di atas) dan menghasilkan ion CH3COO–

CH3COOH + NaOH ⟶ CH3COONa + H2O

Jumlah NaOH ⟶ 0,005 L x 0,1 M = 0,0005 mol
Perbandingan molar pada reaksi tersebut adalah 1:1, jumlah NaOH = jumlah CH3COO–
Jumlah CH3COO– = jumlah NaOH = 0,0005 mol

Reaksi:CH3COOH
+NaOH ⇌CH3COONa+H2O
Awal :0,0015 mol

0,0005 mol
0,0015 mol
–
Bereaksi :–0,0005 mol

–0,0005 mol
+0,0005 mol
–
Kesetimbangan :0,001 mol

0
0,0020 mol
–


Ingat jumlah CH3COOH sebelumnya (dari reaksi campuran awal) = 0,0015 mol
Jumlah CH3COOH yang tersisa ⟶ 0,0015 mol – 0,0005 = 0,001 mol
Total jumlah CH3COO– ⟶ 0,0005 mol + 0,0015 mol = 0,0020 mol

pH = 4,76 + log(0,0020/0,001)
pH = 4,76 + log 2
pH = 4,76 + 0,30
pH = 5,06


Dari 2 pembahasan soal tersebut dapat dipahami bahwa komponen zat pada alternatif jawaban soal SBMPTN tersebut keempat-empatnya berpeluang membentuk larutan penyangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

meCKZINK

Memuat...

Arsip Blog

Topik

asam dan basa buffer hidrokarbon kesetimbangan kimia kimia kimia unsur laju reaksi makromolekul polimer reaksi redoks sel elektrokimia senyawa karbon soal OSN soal osp soal un termokimia unsur radioaktif

Popular Posts

  • Asam Amino (protein)
    Asam amino merupakan senyawaan dengan molekul yang mengandung gugus fungsional amino (-NH$_2$) maupun karboksil (-CO$_2$H). Secara umum, s...
  • Bensin Sebagai Bahan Bakar
    Fraksi minyak bumi yang paling banyak digunakan ialah bensin . Komponen utama bensin yaitu $n$-heptana dan isooktana. Pada artikel ini kita...
  • Tata Nama Senyawa Terner
    Senyawa terner sederhana meliputi asam, basa, dan garam. Asam, basa, dan garam adalah tiga kelompok senyawa yang saling terkait satu denga...
  • Tata Nama Senyawa Organik
    Senyawa organik adalah senyawa-senyawa karbon dengan sifat-sifat tertentu. Pada awalnya, senyawa organik ini tidak dapat dibuat di laborator...
  • Daerah Pengilangan Minyak dan Gas Bumi di Indonesia
    Daerah-daerah Pengilangan Minyak dan Gas Bumi di Indonesia . Proses pengolahan minyak mentah menjadi fraksi-fraksi minyak bumi yang bermanfa...
  • Minyak Bumi dan Gas Alam
    Minyak bumi (bahasa Inggris: petroleum, dari bahasa Latin: petrus - karang dan oleum - minyak) dijuluki juga sebagai emas hitam , adalah s...
  • Sifat Sifat Asam Amino
    Sifat-sifat asam amino . Asam amino mempunyai beberapa sifat , antara lain: 1. Larut dalam air dan pelarut polar lain. 2. Tidak larut dal...

Navigasi

  • Home
  • disclaimer
  • sitemap
Ehcrodeh. Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © KMA. Template by : Petunjuk Onlene