× Home Daftar Isi Disclaimer Tentang Blog
Menu

Serba Ada

Serba Serbi

Menghitung pH Na2CO3 dengan Data Konsentrasi dan Kb1

Materi: kimia
Asam diprotik, asam yang bila terion akan menghasilkan proton (ion hidrogen) sebanyak 2 proton. Tetapan ionisasi dari pengionanan pertama dari asam diprotik disebut Ka1. Tetapan ionisasi dari pengionanan kedua dari asam diprotik disebut Ka2.

H2A + H2O ⇌ HA– + H3O+Ka1 = $\dfrac{[HA^-][H_3O^+]}{[H_2A]}$
HA– + H2O ⇌ A2– + H3O+Ka2 = $\dfrac{[A^{2-}][H_3O^+]}{[HA^-]}$
Kebalikan dari reaksi pengionan kedua (reaksi dari basa konjugat A2– dengan H+ dari air) nilai tetapan ionisasinya menjadi Kb1.

Kebalikan dari reaksi pengionan kedua (reaksi dari basa konjugat HA– dengan H+ dari air) nilai tetapan ionisasainya menjadi Kb2.

A2– + H2O ⇌ HA– + OH–Kb1 = $\dfrac{[HA^-][OH^-]}{[A^{2-}]}$
HA– + H2O ⇌ H2A + OH–Kb2 = $\dfrac{[H_2A][OH^-]}{[HA^-]}$


Karena asam poliprotik dapat mendonasikan lebih dari satu proton, ia memberikan tantangan tersendiri dalam memperkirakan pH larutannya. Untuk beberapa asam poliprotik, seperti asam fosfat, asam karbonat, dan asam sulfida (H2S), setelah melepaskan satu proton konstanta ionisasinya masing-masing berturut-turut sekira 104 hingga 106 lebih kecil dari ionisasi langkah sebelumnya. Ini artinya bahwa ionisasi pertama asam ploprotik menghasilkan sejuta kali ion H3O+ dari ionisasi kedua. Untuk alasan ini, pH dari beberapa asam poliprotik anorganik tergantung pada ion H3O+ yang dihasilkan pada ionisasi pertama; ion H3O+ yang dihasilkan pada ionisasi tahap kedua dapat diabaikan.

Prinsip yang sama dapat diterapkan untuk deprotonasi (penerimaan proton) basa konjugat dari asam poliprotik. Hal ini dijelaskan dengan perhitungan pH larutan ion karbonat.

Soal:
Ion karbonat (CO32–), adalah basa dalam air, membentuk ion hidrogen karbonat, yang pada gilirannya membentuk asam karbonat.
CO32–(aq) + H2O(l) ⇌ HCO3–(aq) + OH–(aq)      Kb1 = 2,1×10–4
HCO3–(aq) + H2O(l) ⇌ H2CO3(aq) + OH–(aq)     Kb2 = 2,4×10–8
Berapakah pH dari 0,1 larutan Na2CO3?

Konstanta ionisasi pertama, Kb1, jauh lebih besar dari konstanta ionisasi kedua, Kb2, sehingga konsentrasi OH– dalam larutan hampir sepenuhnya dihasilkan pada tahap pertama. Karena itu, Anda dapat menghitung konsentrasi OH– yang dihasilkan pada ionisasi tahap pertama saja, tetapi kita akan menguji kesimpulan bahwa hasil OH– yang dihasilkan pada tahap kedua dapat diabaikan.

Penyelesaian:
Buat tabel ABS (Awal-Berubah-Setimbang) untuk reaksi dari ion karbonat.
Reaksi : CO32– + H2O ⇌ HCO3– + OH–
Awal : 0,10 0 0
Berubah : –x +x +x
Setimbang : (0,10 – x) x x

Berdasarkan tabel ini, konsentrasi setimbangan OH– (–x) dapat dihitung

$K_{b1} = 2,1 \times 10^{-4} = \dfrac{[HCO_3^-][OH^-]}{[CO_3^{2-}]}=\dfrac{x^2}{0,10 - x}$

Karena Kb1 relatif kecil, ia masuk akan untuk membuat pendekatan bahwa (0,10 – x) ≈ 0,10.

Oleh karena itu

x = [HCO3–] = [OH–] =$\sqrt{(2,1 \times 10^{-4})(0,10)}$ = 4,6×10–3 M

Menggunakan nilai [OH–], Anda dapat menghitung pOH dari larutan,
pOH = –log (4,6×10–3) = 2,34
dan kemudian gunakan hubungan pH + pOH = 14 untuk menghitung pH.
pH = 14 – pOH = 11,66
Akhirnya, Anda dapat menyimpulkan bahwa konsentrasi ion karbonat dengan pendekatan tadi cukup baik, 0,10 M
[CO32–] = 0,10 – 0,0046 = 0,09954 ≈ 0,10 M

Dari penjelasan penentuan [OH–] =$\sqrt{(2,1 \times 10^{-4})(0,10)}$ dapat digeneralisasikan bahwa [OH–] untuk garam sejenis dengan ini dapat dihitung menggunakan rumus [OH–] =$\sqrt{K_{b1} \times [G]}$ dengan catatan nilai Kb1 jauh lebih besar dari Kb2. Memang ada hubungan antara Kw, Ka, dan Kb. Selama ini diketahui bahwa $K_b=\dfrac{K_w}{K_a}$ atau kadang disebut tetapan hidrolisis kesekian untuk nilai Kb, Ka ini dan [OH–] = $\sqrt{\dfrac{K_w}{K_{a}} \times [G]}$.
Sumber: Chemistry and Chemical Reactivity, Oleh John Kotz, dkk.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

meCKZINK

Memuat...

Arsip Blog

Topik

asam dan basa buffer hidrokarbon kesetimbangan kimia kimia kimia unsur laju reaksi makromolekul polimer reaksi redoks sel elektrokimia senyawa karbon soal OSN soal osp soal un termokimia unsur radioaktif

Popular Posts

  • Sel Volta atau Sel Galvani
    Penemu sel volta atau sel galvani ini ialah ahli kimia Italia Alessandro Volta dan Luigi Galvani. Sel ini merupakan salah satu sel elektro...
  • Contoh Soal Reaksi Redoks dan pembahasannya
    Contoh Soal Reaksi Redoks dan pembahasannya . Hal ini agar kita lebih memahami materinya secara mendalam dengan berlatih berbagai contoh so...
  • Sel Elektrokima secara Umum
    Sebelum ada listrik kita menggunakan aki sebagai alat untuk menimbulkan arus listrik untuk menyalakan TV. Sekarang ini penggunaan aki juga ...
  • Contoh Penerapan Hukum Avogadro
    Berdasarkan Hipotesis Avogadro diketahui bahwa perbandingan volume gas dalam suatu reaksi sesuai dengan koefisien reaksi gas-gas tersebut. ...
  • Hipotesis Louis de Broglie
    Hipotesis Louis de Broglie  . Pada tahun 1924, Louis de Broglie , menjelaskan bahwa cahaya dapat berada dalam suasana tertentu yang terdiri...
  • Potensial Elektroda Standar
    Aliran elektron atau arus listrik dari satu kutub ke kutub lain disebabkan oleh adanya perbedaan potensial. Perbedaan potensial mendorong e...
  • Tata Nama Senyawa Karbon
    Pada mulanya para ahli kimia memberikan nama-nama tersendiri untuk senyawa barunya. Nama tersebut didasarkan pada sumber atau sifat tertent...

Navigasi

  • Home
  • disclaimer
  • sitemap
Ehcrodeh. Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © KMA. Template by : Petunjuk Onlene