× Home Daftar Isi Disclaimer Tentang Blog
Menu

Serba Ada

Serba Serbi

Tampilkan postingan dengan label soal OSN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label soal OSN. Tampilkan semua postingan
Pembahasan Soal OSK Kimia Tahun 2018

Pembahasan Soal OSK Kimia Tahun 2018

1 Comment
Berikut ini soal pembahasan OSK Kimia Tahun 2018 yang baru lalu, sembari bersibuk ria ini akan ditambahkan hingga semua soal terbahas tuntas. Ikuti perkembangan postingan ini.



Soal Nomor 1 OSK Kimia 2018
Di antara unsur berikut yang memiliki ion dengan muatan +2 dengan konfigurasi elektron 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 adalah
A. K
B. Si
C. Zn
D. Ca
E. Ge

Pembahasan Soal Nomor 1 OSK Kimia 2018
X bermuatan +2 = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d10 ,total elektron = 28, jadi elektron sebelumnya X = 28+2 = 30
Berdasar sistem periodik unsur, unsur yang bernomor atom 30 adalah Zn
Jawaban yang tepat C.

Soal Nomor 2 OSK Kimia 2018
Rumus molekul suatu garam adalah XCl2. Ion X dalam garam ini mempunyai 27 elektron, maka logam X adalah
A. Ni
B. Co
C. Fe
D. Cu
E. Zn

Pembahasan Soal Nomor 2 OSK Kimia 2018
XCl2 → X2+ + 2Cl–
X bermuatan +2 = 27 elektron, jadi elektron sebelumnya X = 27+2 = 29
Berdasar sistem periodik unsur, unsur yang bernomor atom 29 adalah Cu
Jawaban yang tepat D.

Soal Nomor 3 OSK Kimia 2018
Larutan natrium sulfat dapat bereaksi dengan larutan barium klorida sesuai persamaan reaksi yang setara berikut:

Na2SO4(aq) + BaCl2(aq) → 2NaCl(aq) + BaSO4(s)

Seorang siswa mencampurkan larutan yang mengandung 10,0 g Na2SO4 dicampurkan dengan larutan yang mengandung 10,0 g BaCl2, dan diperoleh 12,0 g BaSO4. Persen hasil (rendemen) dari reaksi ini adalah
A. 60,0%
B. 73,1%
C. 82,4%
D. 93,3%
E. >100%, karena endapan barium sulfat yang diperoleh masih basah

Pembahasan Soal Nomor 3 OSK Kimia 2018

Jawaban yang tepat E.

Soal Nomor 4 OSK Kimia 2018
Di antara larutan dalam air berikut ini yang mempunyai titik didih paling tinggi adalah
A. 1,0 m asam asetat, CH3COOH
B. 1,0 m asam klorida, HCl
C. 1,0 m asam sulfat, H2SO4
D. 1,0 m asam fosfat, H3PO4
E. 1,0 m glukosa, C6H12O6

Pembahasan Soal Nomor 4 OSK Kimia 2018
Dengan konsentrasi molal sama maka titik didih paling tinggi biasa dimiliki oleh larutan elektrolit kuat yang hasil ionisasinya lebih banyak. ∆Tb = m.Kb.i (m = molalitas, Kb tetapan titik didih air, i = faktor van Hoff)

Larutan elektrolit kuat yang tersedia adalah HCl yang terurai menjadi 2 ion. H2SO4 terurai menjadi 3 ion. H3PO4 adalah asam lemah, bukan masuk kategori zat yang dapat terurai sempurna.
Jadi dalam soal ini alternatif jawaban yang tepat adalah H2SO4
Jawaban yang tepat C.

Soal Nomor 5 OSK Kimia 2018
Kalor pembentukan timbal (II) karbonat adalah 699 kJ/mol. Persamaan reaksi yang paling tepat untuk proses tersebut adalah
A. Pb(s) + C(s) + O2 (g) → PbCO3 (s)
B. Pb(s) + C(s) + 3/2 O2 (g) → PbCO3 (s)
C. Pb(s) + 2C(s) + 3O2 (g) → 2PbCO3 (s)
D. PbCO3 (s) → Pb(s) + C(s) + 3/2 O2 (g)
E. 2PbCO3 (s) → 2Pb(s) + 2C(s) + 3O2 (g)

Pembahasan Soal Nomor 5 OSK Kimia 2018
Persamaan reaksi pembentukan itu adalah pembentukan dari unsur-unsur penyusunnya. Dalam soal dinyatakan kalor pembentukan 699 kJ/mol artinya akan terbentuk 1 mol PbCO3 saja. 1 mol dapat diwakili dengan koefisien reaksinya juga 1.
Jadi persamaan reaksi yang tepat adalah Pb(s) + C(s) + 3/2 O2 (g) → PbCO3 (s)
Jawaban yang tepat B.

Soal Nomor 6 OSK Kimia 2018
Di antara larutan garam dengan konsentrasi 0,1 M berikut yang memberikan nilai pH paling tinggi adalah
A. NaCl
B. NaNO3
C. NaClO4
D. NaHSO4
E. NaHCO3

Pembahasan Soal Nomor 6 OSK Kimia 2018
pH yang paling tinggi dimiliki oleh larutan yang bersifat basa. Kalau larutan itu garam yang memiliki pH tinggi biasanya adalah garam-garam dari basa kuat dengan asam lemah.
NaCl → dari basa kuat + asam kuat
NaNO3 → dari basa kuat + asam kuat
NaClO4 → dari basa kuat + asam kuat
NaHSO4 → dari basa kuat + asam kuat
NaHCO3 → dari basa kuat + asam lemah
Jawaban yang tepat E.

Soal Nomor 7 OSK Kimia 2018
Di antara larutan dalam air berikut:
i. 0,2 M HF
ii. 1,5 M CH3COONa
iii. 3,0 M NH4Br
iv. 0,5 M NH3
v. 0,85 M FeCl3

yang mempunyai pH di bawah 7,0 adalah
A. i, iii, v
B. ii, iv
C. i, ii, iii
D. hanya i
E. tidak ada, semua bersifat basa

Pembahasan Soal Nomor 7 OSK Kimia 2018
pH larutan di bawah 7 dimiliki oleh larutan yang bersifat asam, atau kalau larutan itu garam biasa garam asam kuat dengan basa lemah.
0,2 M HF → asam lemah, pH < 7
1,5 M CH3COONa → dari basa kuat + asam lemah, pH > 7
3,0 M NH4Br → dari basa lemah + asam kuat, pH < 7
0,5 M NH3 → basa lemah, pH > 7
0,85 M FeCl3 → dari basa lemah + asam kuat, pH < 7
Jawaban yang tepat A.

Soal Nomor 8 OSK Kimia 2018
Ke dalam alr HCl 4 M ditambahkan padatan berikut:
i. Zn
ii. Cu
iii. Na2SO3
iv. Na2SO4
Padatan yang akan menghasilkan gas ketika ditambaghkan ke dalam larutan HCl 4 M adalah
A. hanya i
B. hanya ii
C. Hanya i dan iii
D. i, ii, dan iii
E. Tidak ada reaksi yang menghasilkan gas

Pembahasan Soal Nomor 8 OSK Kimia 2018
Zn(s) + 2HCl(aq) → ZnCl2(aq) + H2(g)
Cu(s) + 2HCl(aq) → Tidak dapat berlangsung, daya reduksi Cu lebih kecil dibanding H.
Na2SO3(s) + 2HCl(aq) → H2O(l) + 2NaCl(aq) + SO2(g)
Na2SO4(s) + 2HCl(aq) → 2NaCl(aq) + H2SO4(aq)
Jawaban yang tepat C.


Soal Nomor 10 OSK Kimia 2018
Berdasarkan teori VSEPR, pasangan molekul/ion yang memiliki geometri segiempat planar adalah
A. NH4+ dan S2O32–
B. CCl4 dan SiF4
C. SO42– dan BF4–
D. ICl4– dan XeO4
E. POF3 dan SF4

Pembahasan Soal Nomor 10 OSK Kimia 2018
Di antara molekul/ion yang memiliki geometri segiempat planar hanyalah ICl4–

Trik cepat menentukan geometri → jumlah (elektron valensi semua atom plus atau minus muatan) dibagi 8 sebagai jumlah PEI, jika bersisa, sisanya dibagi 2 sebagai PEB

ICl4–
ev I = 7 elektron ; ev Cl x 4 = 28 elektron; muatan -1 = 1 elektron; total elektron = 7+28+1 = 36 elektron
36/8 = 4 PEI, sisa 4 elektron, 4/2 = 2 PEB, jadi ini geometrinya segiempat datar (bentuk dasar atau geometri elektronnya adaah oktahedral)

XeO4
ev Xe = 8 elektron; ev O x 4 = 24; total elektron = 8+24 = 32 elektron
32/8 = 4 PEI, tanpa sisa, jadi ini geometrinya tetrahedral (bentuk dasar atau geometri juga terahedral)
Tidak ada pilihan yang tepat untuk soal ini.

Soal Nomor 11 OSK Kimia 2018
Di antara pernyataan di bawah ini yang benar adalah
A. Energi kisi MgF2 lebih kecil dibandingkan MgCl2
B. Energi kisi NaCl lebih kecil dibandingkan KCl
C. Energi kisi KCl lebih kecil dibandingkan MgCl2
D. Energi kisi MgO lebih kecil dibandingkan CaS
E. Energi kisi NaF lebih kecil dibandingkan NaCl

Pembahasan Soal Nomor 11 OSK Kimia 2018
Energi kisi ditentukan oleh ukuran jari-jari ion dan banyaknya muatan sesuai dengan hukum Coulomb.
Perkiraan energi kisi = (hasil kali jumlah muatan) : (jumlah jari-jari ion). Energi kisi berbanding lurus dengan hasil kali jumlah muatan, dan berbanding terbalik dengan jumlah jari-jari ion.

Jadi energi kisi:
MgF2 > MgCl2 → hasil kali jumlah muatan keduanya sama, kationnnya sama dan jari-jari ion F lebih kecil dari ion Cl lebih besar.

NaCl > KCl → hasil kali jumlah muatan keduanya sama, anionnya sama dan jari-jari ion Na lebih kecil dari ion K.

KCl < MgCl2 → hasil kali jumlah muatan KCl < MgCl2 dan meskipun ukuran ion jari-jari K > ion Mg2+ namun faktor hasil kali muatan jauh lebih besar pengaruhnya.

MgO > CaS → hasil kali jumlah muatan sama namun jumlah jari-jari ion CaS lebih besar dibanding MgO.

NaF > NaCl → hasil kali jumlah muatan keduanya sama, kationnya sama dan jari-jari ion F lebih kecil dari ion Cl.
Jawaban yang tepat C.



Soal Nomor 12 OSK Kimia 2018
Berikut ini diberikan tabel entalpi dissosiasi ikatan (EDI)

Ikatan EDI, kJ.mol-1 Ikatan EDI, kJ.mol-1
H–H 432 O–O 146
O–H 467 O=O 495

Nilai entalpi pembentukan, ∆Hfo untuk H2O(g) adalah
A. -934 kJ.mol-1
B. -858kJ.mol-1
C. -510 kJ.mol-1
D. -429 kJ.mol-1
E. -255 kJ.mol-1

Pembahasan Soal Nomor 12 OSK Kimia 2018
∆Hfo atau entalpi pembentukan standar adalah entalpi/energi yang dihasilkan dalam pembentukan 1 mol senyawa dari unsur-unsur penyusunnya dalam wujud gas.

Reaksi pembentukan H2O
H2 (g) + ½ O2 (g) → H2O (g)
H–H + ½ O=O → H–O–H

∆Hfo H2O = (H–H + ½ O=O) – 2 O–H
∆Hfo H2O = (432 + ½ . 495) – 2.467
∆Hfo H2O = (432 + 247,5) – 934
∆Hfo H2O = 679,5 – 934
∆Hfo H2O = -254,5 kJ/mol ≈ -255 kJ/mol
Jawaban yang tepat E.


Soal Nomor 13 OSK Kimia 2018
Diketahui energi ikatan:
C=C = 614 kJ/mol; C–Cl = 328 kJ/mol; C–C = 348 kJ/mol
Cl–Cl = 244 kJ/mol; C–H = 413 kJ/mol
Perubahan entalpi bagi reaksi berikut adalah
H2C=CH2(g) + Cl2(g) → ClH2C-CH2Cl(g)
A. 32 kJ
B. 62 kJ
C. 93 kJ
D. 124 kJ
E. 146 kJ

Pembahasan Soal Nomor 13 OSK Kimia 2018
∆Hreaksi = Σ energi pemutusan ikatan – Σ energi pembentukan ikatan

Jawaban yang tepat -146 kJ


Soal Nomor 14 OSK Kimia 2018
Perhatikan reaksi berikut:
A + B + C → D                            Laju = k[A][B]2
Di antara pernyataan berikut yang tidak meningkatkan laju reaksi adalah
A. Menaikkan konsentrasi A
B. Menaikkan konsentrasi B
C. Menaikkan konsentrasi C
D. Menambah katalis ke dalam campuran reaksi
E. Temperatur reaksi dinaikkan

Pembahasan Soal Nomor 14 OSK Kimia 2018
Dalam persamaan laju reaksi Laju = k[A][B]2 , C tidak muncul sebagai faktor penentu laju reaksi, maka kenaikan konsentrasi C tidak akan mempengaruhi laju reaksi juga.
Jawaban yang tepat C. Menaikkan konsentrasi C


Soal Nomor 15 OSK Kimia 2018
Diberikan data deret aktivitas berikut ini:

Ion yang dapat direduksi oleh logam Zn adalah
A. Al dan Mn
B. Al3+ dan Mn2+
C. Cr3+ dan Fe2+
D. Hanya Cr3+
E. Hanya Fe2+

Pembahasan Soal Nomor 15 OSK Kimia 2018
Zn dapat mereduksi zat lain, berarti Zn sendiri mengalami oksidasi. Zn hanya bisa mereduksi zat yang lebih mudah mengalami reduksi dibanding yang lebih mudah mengalami oksidasi.
Jadi Zn akan mereduksi Cr3+ dan Fe2+
Jawaban yang tepat C. Cr3+ dan Fe2+


Soal Nomor 16 OSK Kimia 2018
Proses hidrometalurgi untuk pemurnian emas melibatkan pembentukan selektif senyawa komples emas yang larut dalam air. Spesi yang direduksi dan dioksidasi dalam reaksi berikut adalah
4Au(s) + CN–(aq) + O2(g) + 2H2O(l) → 4 Au(CN)2–(aq) + 4 OH– (aq)
A. CN– mengalami oskidasi dan Au(s) mengalami reduksi
B. Au(s) mengalami oskidasi dan CN– mengalami reduksi
C. O2 mengalami oskidasi dan Au(s) mengalami reduksi
D. Au(s) mengalami oskidasi dan O2 mengalami reduksi
E. Reaksi ini bukan reaksi reduksi-oskidasi

Pembahasan Soal Nomor 16 OSK Kimia 2018
Au + 2CN– → Au(CN)2– + 1e– (Au mengalami okaidasi)
O2 + 2H2O + 4e– → 4OH– (O mengalami reduksi)
Jawaban yang tepat D.


Soal Nomor 17 OSK Kimia 2018
Perhatikan reaksi kesetimbangan berikut:
2NOBr(g) ⇌ 2NO(g) + B2 (g) Keq = 0,064
Pada kesetimbangan, wadah tertutup yang volumenya 1,00 L mengandung 0,030 mol NOBr dan 0,030 mol NO. Jumlah mol Br2 dalam wadah tersebut adalah

A. 0,0019
B. 0,030
C. 0,064
D. 0,470
E. 0,090

Pembahasan Soal Nomor 17 OSK Kimia 2018
$Keq = \dfrac{[NO]^2 \times [Br_2]}{[NOBr]^2}$
$0,064 = \dfrac{0,3^2 \times [Br_2]}{0,3^2}$
$0,064 = [Br_2]$
Jawaban yang tepat C.


Soal Nomor 18 OSK Kimia 2018
Asam lemah HA mempunyai nilai tetapan disosiasi Ka = 1,0 × 10–7. Di antara pernyataan berikut yang benar untuk larutan 0,30 M HA dalam air adalah
i. [A–] << [HA]
ii. [H+] = (Ka[HA])½
iii. [OH–] >> [A–]

A. hanya i
B. hanya ii
C. hanya i dan ii
D. hanya ii dan iii
E. semua betul i, ii, dan iii

Pembahasan Soal Nomor 18 OSK Kimia 2018
HA(aq) ⇌ H+(aq) + A-(aq)
[H+] = [A-]

$Ka~HA = \dfrac{[H^+] \times [A^-]}{[HA]}$
$1,0 \times 10^{-7} = \dfrac{[H^+]^2}{0,3}$
$[H^+]=\sqrt{{1,0 \times 10^{-7}} \times {0,3}}$ → (Ka[HA])½
$[H^+]=0,000577$
→ $[OH^-]=\dfrac{1 \times 10^{14}}{0,000577}$
→ $[OH^-]$ = 1,73 × 10–11
$[A^-]=0,000577$
Jawaban yang tepat C.



Soal Nomor 19 OSK Kimia 2018
Diketahui nilai Kb NH3 = 1,8 x. 10–5 dan Ka HC2H3O2 = 1,8 × 10–5. nilai pH dari larutan amonium asetat, NH4C2H3O2 0,065 M adalah
A. 1,19
B. 2,96
C. 7,00
D. 11,06
E. 12,81

Pembahasan Soal Nomor 19 OSK Kimia 2018
Bila larutan basa lemah dan asam lemah dengan nilai Ka = Kb maka konsentrasi garam tidak lagi berpengaruh terhadap derjat keasamaannya, dan pH-nya = 7 (netral).
Jawaban yang tepat C.


Soal Nomor 20 OSK Kimia 2018
Di antara senyawa berikut ini yang kelarutannya paling besar di dalam air adalah
A. MnS, Ksp = 2,3 × 10–13
B. CoCO3, Ksp = 1,0 × 10–10
C. Fe(OH)2, Ksp = 7,9 × 10–16
D. Ag2CrO4, Ksp = 1,2 × 10–12
E. Al(OH)3, Ksp = 1,2 × 10–33

Pembahasan Soal Nomor 20 OSK Kimia 2018
Soal seperti ini biasa dengan mudah membandingkan kelarutan (s) hanya dengan membagi pangkat dari 10 dengan jumlah ion. Bila diperoleh angka yang sama sila periksa angka pengali dari 10n. Pangkat negatif terkecil berarti nilai kelarutannya terbesar.

Senyawa Jumlah ion Ksp Perkiraan s
MnS 2 2,3×10–13 10–13/2 = 10–6,5
CoCO3 2 1,0×10–10 10–10/2 = 10–5
Fe(OH)2 3 7,9×10–16 10–16/3 = 10–5,33
Ag2CrO4 3 1,2×10–12 10–12/3 = 10–4
Al(OH)3 4 1,2×10–33 10–33/4 = 10–8,5

Jawaban yang tepat adalah D.



Soal Nomor 21 OSK Kimia 2018
Semua senyawa berikut adalah isomer dari siklopetanon, kecuali
A. 2-metil siklobutanon
B. 2-etil siklopropanon
C. 2,3-dimetil siklo propena
D. metil-siklobutil-eter
E. 1-pentena-3-on

Pembahasan Soal Nomor 21 OSK Kimia 2018
Isomer adalah senyawa yang memiliki jumlah unsur sama namun strukturnya berbeda. Siklopentanon (C5H8O)

2-metil siklobutanon → (C5H8O)
2-etil siklopropanon → (C5H8O)
2,3-dimetil siklopropena → (C5H8)
metil-siklobutil-eter → (C5H10O)
1-pentena-3-on → CH3C4H5O → (C5H8O)
Terdapat 2 jawaban yang tepat yaitu C dan D


Soal Nomor 22 OSK Kimia 2018
Konformasi Newman yang benar untuk senyawa di bawah ini adalah

A. Gauche-2-metil pentana
B. Gauche-3-metil pentanan
C. Eclips-4-metil heksana
D. Trsans-2-metil heksana
E. Trans-3-metil heksana

Pembahasan Soal Nomor 22 OSK Kimia 2018
Jawaban yang tepat E. trans-3-metilheksana


Soal Nomor 23 OSK Kimia 2018
Untuk mendapatkan senyawa jenuh, yaitu senyawa yang tidak memiliki ikatan rangkap, dapat dilakukan reaksi-reaksi berikut, kecuali
A. hidrogenasi sikloheksena dengan katalis logam
B. reduksi aseton dengan hidrida logam
C. reaksi alkohol dalam larutan asam sulfat pekat
D. adisi asam halida pada propena
E. pembuatan polietilena

Pembahasan Soal Nomor 23 OSK Kimia 2018
Alkohol dalam larutan asam sulfat pekat merupakan reaksi dehidrasi (pelepasan molekul air) yang justru akan menghasikan senyawa alkena.
Jawaban yang tepat C.


Soal Nomor 24 OSK Kimia 2018
Di antara reaksi-reaksi di bawah ini yang tidak dapat digunakan untuk membuat CH3CH2Cl adalah
A. CH2=CH2 + HCl
B. CH2=CHCl + H2
C. CH3CH2OH + HCl
D. CH3CH2OH + Cl2
E. CH3CH2OH + PCl3

Pembahasan Soal Nomor 24 OSK Kimia 2018
CH2=CH2 + HCl → CH3CH2Cl
CH2=CHCl + H2 → CH3CH2Cl
CH3CH2OH + HCl → CH3CH2Cl + H2O
CH3CH2OH + Cl2 → CH3-CHO + 2HCl
3CH3CH2OH + PCl3 → 3CH3CH2Cl + H3PO3
Jawaban yang tepat D.


Soal Nomor 25 OSK Kimia 2018
Reaksi substitusi nukleofilik ion metoksida (CH3O–) dapat berlangsung pada senyawa-senyawa berikut, kecuali

Pembahasan Soal Nomor 25 OSK Kimia 2018
Reaksi pergantian (substitusi) akan terjadi pada senyawa yang memiliki gugus pergi yang baik, seperti Br, OH, Cl. Jadi yang tidak dapat berlangsung adalah senyawa di B.

Baca selengkapnya »
Soal Teori dan Praktikum OSN (Tingkat Nasional) Bidang Kimia 2018 di Padang

Soal Teori dan Praktikum OSN (Tingkat Nasional) Bidang Kimia 2018 di Padang

Add Comment

Download Langsung Soal Teori OSN 2018
Bidang Kimia di Padang



Download Langsung Soal Praktikum OSN 2018
Bidang Kimia di Padang
 








Baca selengkapnya »
Pembahasan Soal Isian KSM Provinsi Tahun 2017

Pembahasan Soal Isian KSM Provinsi Tahun 2017

Add Comment
Soal Isian #1 KSM Provinsi 2017
Dalam ion kompleks [Fe(CN)6]4–, hibridisasi atom pusatnya adalah…

Penyelesaian Soal Isian #1 KSM Provinsi 2017:
[Fe(CN)6]4– → Fe2+ + 6CN–
Konfigurasi elektron Fe2+ nomor atom 26 = 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 3d6
ion CN– merupakan jenis ligan kuat (ligan yang dapat mendonorkan PEB termasuk ligan kuat).
Karena ion Fe2+ harus menyediakan 6 orbital maka akan menjadi dan berikatan dengan ligan kuat CN– maka akan terjadi pendesakan elektron tak berpasangan pada subkulit 3d6 menjadi
↿⇂ ↿⇂ ↿⇂        
karena harus menyiapkan sebanyak 6 orbital dan yang tersedia hanya ada 2 orbital maka diperlukan 4 orbital pada kulit berikutnya yaitu 1 orbital 4s dan 3 orbital dari 4p.

↿⇂ ↿⇂ ↿⇂                      
3d64s4p
↿⇂ ↿⇂ ↿⇂ ↿⇂ ↿⇂↿⇂↿⇂ ↿⇂ ↿⇂
Jadi orbital hibrida atom pusatnya adalah d2sp3.


Soal Isian #2 KSM Provinsi 2017
Struktur Lewis dari ion hidrogen karbonat (HCO3–) adalah …

Penyelesaian Soal Isian #2 KSM Provinsi 2017:
Total elektron yang terlibat dalam struktur Lewis = 24 elektron
1 elektron H
4 elektron C
3×6 = 18 elektron O
1 elektron dari luar


Soal Isian #3 KSM Provinsi 2017

Reaksi antara 3-metil-2-pentena dengan HBr akan menghasilkan 2 macam produk. Produk dominan dari reaksi ini mempunyai struktur…

Penyelesaian Soal Isian #3 KSM Provinsi 2017:

Produk dominannya adalah 3-bromo-3-metilpentana; dan produk minornya adalah 2-metil-3-bromopentana.

Struktur 3-bromo-3-metilpentana:


Soal Isian #4 KSM Provinsi 2017
Jika Jika 2-propanon direaksikan dengan H2 (katalis Ni); kemudian hasilnya direaksikan kembali dengan asam butanoat dalam suasana asam, maka senyawa terakhir mempunyai struktur molekul …

Penyelesaian Soal Isian #4 KSM Provinsi 2017:
CH3 COCH3 + + H2 (katalis Ni) → CH3CH(OH)CH3
CH3CH2CH2COOH + CH3CH(OH)CH3 → CH3CH2CH2COOCH(CH3)2 + H2O
Rumus struktur CH3CH2CH2COOCH(CH3)2 :


Soal Isian #5 KSM Provinsi 2017
Jika kelarutan dari PbCl2 dalam 0,1 M NaCl pada 25 oC adalah 1,7×10–3mol L–1, maka Ksp dari PbCl2 tersebut adalah…

Penyelesaian Soal Isian #5 KSM Provinsi 2017:
Ksp = [Pb2+][Cl–]2
Ksp = [1,7×10–3][0,1]2
Ksp = 1,7×10–5


Soal Isian #6 KSM Provinsi 2017
Jika larutan buffer asetat dengan pH = 5 harus dibuat, maka perbandingan asam asetat
(Ka = 1,8×10–5) dan ion asetat dalam larutan tersebut adalah…

Penyelesaian Soal Isian #6 KSM Provinsi 2017:
pH = 5 → [H+] = 10–5
Ka = 1,8×10–5

[H+] : Ka = [asam asetat] : [ion asetat]
10–5 : 1,8×10–5 = [asam asetat] : [ion asetat]
1 : 1,8 = [asam asetat] : [ion asetat]
[asam asetat] : [ion asetat] = 1 : 1,8
[asam asetat] : [ion asetat] = 5 : 9


Soal Isian #7 KSM Provinsi 2017
Pada temperatur 25 oC, panas reaksi berikut diketahui:
2ClF(g) + O2(g) → Cl2O(g) + F2O(g)       ΔH°rxn = 167,4 kJ/mol
2ClF3(g) + 2O2(g) → Cl2O(g) + 3F2O(g) ΔH°rxn = 341,4 kJ/mol
2F2(g) + O2(g) → 2F2O(g)                        ΔH°rxn = –43,4 kJ/mol
Pada temperatur yang sama, nilai ΔH°rxn untuk ClF(g) + F2(g) → ClF3(g) adalah…

Penyelesaian Soal Isian #7 KSM Provinsi 2017:
Agar pada akhir reaksi diperoleh ClF(g) + F2(g) → ClF3(g) maka

2ClF(g) + O2(g) → Cl2O(g) + F2O(g) ΔH°rxn = 167,4 kJ/mol
Cl2O(g) + 3F2O(g) → 2ClF3(g) + 2O2(g) ΔH°rxn = –341,4 kJ/mol
2F2(g) + O2(g) → 2F2O(g) ΔH°rxn = –43,4 kJ/mol
ClF(g) + F2(g) → ClF3(g) ΔH°rxn = (167,4 – 341,4 – 43,4)kJ/mol
ΔH°rxn = –217,4 kJ/mol

Jadi pada temperatur yang sama, nilai ΔH°rxn untuk ClF(g) + F2(g) → ClF3(g) adalah –217,4 kJ/mol


Soal Isian #8 KSM Provinsi 2017
Reaksi kesetimbangan: 3A(g) + 2B(g) ⇌ C(g) + 2D(s) ΔH = –43 kJ/mol memiliki nilai Kp = 0,12 pada temperatur 700 oC. Untuk meningkatkan harga Kp dapat dilakukan dengan…

Penyelesaian Soal Isian #8 KSM Provinsi 2017:
Nilai Kp ditentukan berdasarkan persamaan Kp = PC : {(PA)3(PB)2}
Berdasarkan persamaan Kp , nilai Kp akan meningkat bila PC semakin besar dan atau bila PA serta PB diturunkan nilainya. Agar PC meningkat reaksi harus bergeser ke kanan, untuk itu dapat dilakukan dengan meningkatkan tekanan sistem kesetimbangan atau menurunkan volume sistem.
Karena reaksi bersifat eksoterm, maka suhu dapat diturunkan sehingga reaksi bereaksi bergeser ke kanan (eksoterm).


Soal Isian #9 KSM Provinsi 2017
Pada suhu dan tekanan tertentu, 5 liter campuran gas yang hanya mengandung etana dan propana dibakar sempurna menjadi gas karbon dioksida dan uap air. Jika pada keadaan yang sama tepat diperlukan 37 liter gas oksigen (O2), maka volume etana dan propana (dalam liter) adalah
berbanding … : …      (diketahui Ar C=12, H=1, O=16)

Penyelesaian Soal Isian #9 KSM Provinsi 2017:
xC2H6 + (5–x)C3H8 + (3½x + 5(5–x))O2 → (2x+3(5–x))CO2 + (3x+4(5–x))H2O
xC2H6 + (5–x)C3H8 + (25–1½x)O2 → 15–x)CO2 + (20–x)H2O

25 – 1½ x = 37
1½ x = 25 – 37
1½ x = –12
x = –8
Penyelesaian x bernilai negatif ini tidak mungkin.


Soal Isian #10 KSM Provinsi 2017
Diketahui reaksi redoks (belum setara):
HgS(s) + HNO3(aq) + HCl(aq) → HgCl2(aq) + S(s) + NO(g) + H2O(l).
Jika dalam suatu reaksi tepat memerlukan 200 mL HNO3 1 M, maka massa belerang yang dihasilkan adalah … g (Ar S=32)

Penyelesaian Soal Isian #10 KSM Provinsi 2017:
HgS + 2HCl → HgCl2 + S
HNO3 → NO

Oksidasi: HgS + 2HCl → HgCl2 + S + 2H+ + 2e–
Reduksi: HNO3 + 5H+ + 5e– → NO + 3H2O

Oksidasi: 5HgS + 10HCl → 5HgCl2 + 5S + 10H+ + 10e–
Reduksi: 2HNO3 + 10H+ + 10e– → 2NO + 6H2O
Redoks setara:
5HgS + 10HCl + 2HNO3 → 5HgCl2 + 5S + 2NO + 6H2O
Jumlah HNO3 = 200 mL × 1 M = 200 mmol ≈ 0,2 mol
Jumlah S = 5/2 × 0,2 mol = 0,5 mol
Massa S = 0,5 mol × 32 g/mol
Massa S = 16 g.

Baca selengkapnya »
Pembahasan Soal Hitungan Kimia Terintegrasi pada KSM Kab/Kota 2018

Pembahasan Soal Hitungan Kimia Terintegrasi pada KSM Kab/Kota 2018

Add Comment
Berikut ini akan dibahas soal-soal kimia yang dikatakan terintegrasi (ini kata pembuat soal) pada KSM tingkat kabupaten/kota tahun 2018. Perlahan namun tanpa tenggat (menyesuaikan dengan kesempatan dan kemampuan penulis) semua soal hitungan akan dibahas di sini. Jadi bila belum semua silakan kunjungi lagi pada lain waktu 😊Harap maklum.


Soal #2 KSM Kimia Terintegrasi 2018

Minuman keras diharamkan dalam ajaran agama Islam, karena mengandung etanol dengan kadar yang membuat orang kehilangan kesadaran, kerusakan hati, ginjal dan mengganggu sistem metabolisme tubuh. Kadar etanol dalam darah dapat dianalisis berdasarkan reaksi berikut ini:
C2H5OH (aq) + Cr2O72–(aq) + H+(aq) → CO2(g) + Cr3+(aq) + H2O(l) (reaksi belum setara)
Apabila 10,002 g sampel darah direaksikan dengan 8,76 ml larutan K2Cr2O7 0,0499 M, maka % massa alkohol yang terkandung dalam darah adalah …
(A) 0,01
(B) 0,05
(C) 0,08
(D) 0,10

Pembahasan Soal #2 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Pada soal ini terjadi reaksi redoks:
Reduksi: 2Cr2O72– + 28H+ + 12e– → 4Cr3+ + 14H2O
Oksidasi: C2H5OH + 3H2O → 2CO2 + 12H+ + 12e–
Reaksi redoks:
2Cr2O72– + 16H+ + C2H5OH → 4Cr3+ + 11H2O + 2CO2

Jumlah Cr2O72– = 8,76 mL × 0,0499 M = 0,437 mmol

Berdasarkan perbandingan koefisien setara:
Jumlah C2H5OH : Jumlah Cr2O72– = 1 : 2
Jumlah C2H5OH : 0,437 mmol = 1 : 2
Jumlah C2H5OH = ½ × 0,437 mmol
Jumlah C2H5OH = 0,2185 mmol
Jumlah C2H5OH ≈ 2,185 × 10–4 mol

Massa C2H5OH = jumlah C2H5OH × massa molar C2H5OH
Massa C2H5OH = 2,185×10–4 mol × 46 g/mol
Massa C2H5OH = 0,010051 g
Massa C2H5OH ≈ 0,01 g

% massa alkohol dalam sampel = (0,01 g : 10,002 g) × 100%
% massa alkohol dalam sampel ≈ 0,1 %

Alternatif jawaban yang sesuai (D)


Soal #4 KSM Kimia Terintegrasi 2018

Dalam al-Quran Surah al-Hadid ayat 25, Allah menjelaskan tentang manfaat dan penciptaan besi. Ilmuwan berhasil mengungkap bahwa logam besi berasal dari ledakan bintang-bintang di luar angkasa dan akibat gaya gravitasi turun ke bumi. Manusia memanfaatkan logam besi setelah melalui proses pengolahan mineral besi magnetit (Fe3O4), yaitu berdasarkan persamaan reaksi (belum setara):
Fe3O4 (s) + CO (g) → Fe (s) + CO2 (g).
Jika ingin diperoleh 5 kg besi dengan efisiensi 88%, fungsi CO dan kg massa magnetit yang diperlukan adalah ...
(A) oksidator, 6,1
(B) oksidator, 7,9
(C) reduktor, 6,1
(D) reduktor, 7,9

Pembahasan Soal #4 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Reaksi redoks setara yang terjadi:
Fe3O4 + 4CO → 3Fe + 4CO2

 Efisiensi 88% = 5 kg Fe =
→ Jika efisiensi 100% = 5 : 0,88 = 5,682 kg
5,682 kg Fe = 5.682 g : 56 g/mol = 101,46 mol

Jumlah Fe3O4 = 1/3 × 101,46 mol
Jumlah Fe3O4 = 33,83 mol
massa Fe3O4 = jumlah Fe3O4 × (massa molar Fe3O4)
massa Fe3O4 = 33,83 mol × 232 g/mol
massa Fe3O4 = 7848.56 g
massa Fe3O4 ≈ 7,9 kg

Pada reaksi tersebut CO mengalami reaksi oksidasi dan menyebabkan Fe3O4 mengalami reduksi, maka peran CO adalah sebagai reduktor.



Soal #6 KSM Kimia Terintegrasi 2018


Seorang muslim harus memiliki kebiasaan yang teratur, termasuk pengaturan waktu makan. Apabila sering terlambat makan, lambung terasa perih. Untuk mengatasinya digunakan Antacid yang mengandung bahan aktif magnesium hidroxide, Mg(OH)2. Zat tersebut bereaksi dengan asam lambung (HCl) menghasilkan magnesium klorida (MgCl2) dan air. Massa Mg(OH)2 diperlukan untuk bereaksi dengan 0,30 g HCl adalah ....
(A) 0,188
(B) 0,240
(C) 0,375
(D) 0,480

Pembahasan Soal #6 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Reaksi setara:
Mg(OH)2 + 2HCl → MgCl2 + 2H2O

Jumlah HCl = 0,30 g : 36,5 g/mol
Jumlah HCl = 0,00822 mol

Jumlah Mg(OH)2 = ½ jumlah HCl
Jumlah Mg(OH)2 = ½ × 0,00822 mol
Jumlah Mg(OH)2 = 0,00411 mol

Massa Mg(OH)2 = jumlah Mg(OH)2 × massa molar Mg(OH)2
Massa Mg(OH)2 = 0,00411 mol × 58 g/mol
Massa Mg(OH)2 = 0,023838 g
Massa Mg(OH)2 ≈ 0,240 g


Soal #8 KSM Kimia Terintegrasi 2018

Oleh karena kecerobohan, limbah buangan pabrik yang mengandung logam berat dapat terbuang ke dalam air sungai. Salah satu prosedur yang dilakukan untuk menentukan level merkuri suatu sampel, melibatkan reduksi ion Hg2+ menjadi unsur Hg menggunakan ion Sn2+.

Jika diketahui potensial reduksi standar
Hg2+/Hg = 0,851 V
Sn4+/Sn2+ = 0,154 V,
tetapan kesetimbangan reaksi: Sn2+ (aq) + Hg2+ (aq) ⇌ Sn4+(aq) + Hg (s)
adalah ….
(A) 1,07 × 10–11
(B) 1,07 × 1011
(C) 3,16 × 10–23
(D) 3,16 × 1023

Pembahasan Soal #8 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Soal ini dapat diselesaikan dengan persamaan Nersnt:
Esel = E0sel – 0,0592/n × log(K)
Esel pada saat kesetimbangan = 0 sehingga
nE0sel = 0,0592/n × log(K)
log(K) = (n.E0sel): 0,0592

oksidasi: Sn2+ (aq) ⇌ Sn4+(aq) + 2e–
reduksi: Hg2+ (aq) + 2e– ⇌ Hg (s)

Redoks: Sn2+ (aq) + Hg2+ (aq) ⇌ Sn4+(aq) + Hg (s)
E0sel = (0,851 – 0,154) V
E0sel = 0,697 V

Transfer elektron yang terjadi (n) = 2

log(K) = (n.E0sel) : 0,0592
log(K) = (2 × 0,697) : 0,0592
log(K) = 23,547

Untuk memudahkan hitungan log (K) boleh dibulatkan menjadi 23,5 saja
log(K) = 23,5
log(K) = 0,5 + 23

K = 100,5 × 1023
K = 3,16 × 1023


Soal #11 KSM Kimia Terintegrasi 2018

Quinone merupakan molekul yang terlibat dalam proses fotosintesis yang penting untuk menunjang kehidupan manusia di bumi. Transport elektron dimediasi oleh quinon yang memungkinkan tanaman mengambil air, karbon dioksida dan energi matahari dari alam untuk menghasilkan glukosa. Dalam suatu analisis, 0,1964 g sampel quinon (C6H4O2) dibakar dalam kalorimeter bom dengan kapasitas panas 1,56 kJ/oC, sehingga suhu naik sebesar 3,2oC. Energi pembakaran quinon untuk setiap gram/mol adalah …..
(A) –2,48
(B) –25 kJ
(C) +25 kJ
(D) –254,175 kJ

Pembahasan Soal #11 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Qreaksi = –(Qkalorimeter)
Qreaksi = –(C.∆T)
Qreaksi = –(1,56 kJ/oC × 3,2oC)
Qreaksi = –4,992 kJ
Ini adalah kalor pembakaran untuk setiap 0,1964 g C6H4O2
Untuk setiap gram C6H4O2 = –4,992 kJ : 0,1964 g
Untuk setiap gram C6H4O2 = –25,42 kJ/g


Soal #12 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Kebersihan merupakan sebagian dari iman. Baju yang kotor karena noda membandel atau menempelnya warna yang tak diinginkan dapat dibersihkan dengan Clorox. Clorox mengandung hipoklorit yang bersifat racun. Ibrahim melakukan analisis iodometri untuk menentukan persentase massa hipoklorit dalam 1,356 g sampel Clorox. Diketahui reaksi yang terjadi sebagai berikut (belum setara) :
OCl–(aq) + 2H+(aq) + 2I–(aq) → I2(g) + Cl–(aq) + H2O(l)
I2(g) + 2S2O32–(aq) → S4O62–(aq) + 2I–(aq)

Jika pada analisis digunakan 19,50 mL larutan 0,100 M Na2S2O3, persentase massa NaOCl dalam pemutih adalah ....
(A) 2,68 %
(B) 3,70 %
(C) 5,35 %
(D) 10,70 %

Pembahasan Soal #12 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Penjumlah reaksi yang terjadi:
OCl–(aq) + 2H+(aq) + 2I–(aq) → I2(g) + Cl–(aq) + H2O(l)
I2(g) + 2S2O32–(aq) → S4O62–(aq)+ 2I–(aq)

Reaksi setara:
OCl– + 2H+ + 2S2O32– → Cl– + H2O + S4O62–
Jumlah Na2S2O3 = 19,50 mL x. 0,1 M = 1,95 mmol

Jumlah NaOCl = ½ × jumlah Na2S2O3
Jumlah NaOCl = ½ × 1,95 mmol
Jumlah NaOCl = 0,975 mmol
Jumlah NaOCl = 9,75×10–4 mol

Massa NaOCl = jumlah NaOCl × massa molar NaOCl
Massa NaOCl = 9,75×10–4 mol × (23+16+35,5) g/mol
Massa NaOCl = 9,75×10–4 mol × 74,5 g/mol
Massa NaOCl = 726,375×10–4 g
Massa NaOCl = 0,0726 g

% massa NaOCl dalam pemutih = (massa NaOCl : massa sampel) × 100%
% massa NaOCl dalam pemutih = (0,0726 g : 1,356 g) × 100%
% massa NaOCl dalam pemutih = 5,354% ≈ 5,35%
Jadi persentase massa NaOCl dalam sampel sebesar 5,35%


Soal #15 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Di stratosfer, lapisan ozon melindungi bumi dari radiasi sinar ultraviolet yang berlebihan. Namun akibat aktivitas manusia yang mengganggu keseimbangan alam. Ozon di troposfer menjadi polutan udara yang berbahaya. Pada suhu tinggi, molekul ozon dapat mengalami penguraian dengan persamaan reaksi:
2O3 (g) → 3O2 (g)
Reaksi itu terjadi melalui dua tahap mekanisme reaksi, yaitu:
Tahap 1 : O3 (g) ⇌ O2 (g) + O (g) cepat
Tahap 2 : O3 (g) + O (g) → 2O2 (g) lambat
Penurunan hukum laju yang sesuai dengan mekanisme tersebut adalah ....
(A) −Δ[O3]/Δt = k[O3]2
(B) −Δ[O3]/Δt = k[O3]/[O]2
(C) −Δ[O3]/Δt = k[O3]2/[O2]
(D) −Δ[O3]/Δt = k[O3]2/[O]3

Pembahasan Soal #15 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Laju reaksi hanya ditentukan oleh tahap lambat, dalam hal ini tahap 2.
Laju berkurangnya [O3] setiap satuan waktu dapat dinyatakan −Δ[O3]/Δt = k[O3]2/[O2]


Soal #16 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Asam sianida bersifat racun terhadap tubuh manusia. Campuran asam sianida dengan basa konjugatnya dengan konsentrasi sama mengalami kesetimbangan reaksi:
HCN(aq) + H2O(l) ⇄ CN−(aq) + H3O+(aq)
Apabila ditambahkan setetes larutan asam klorida, maka ....
  1. Ion H3O+ dari larutan HCl bereaksi dengan CN−, reaksi bergeser ke arah reaktan, sehingga; [HCN] turun, [CN−] bertambah untuk mengimbangi kelebihan ion H3O+
  2. Ion H3O+ dari larutan HCl bereaksi dengan CN−, reaksi bergeser ke arah reaktan ; [HCN] bertambah, [CN−] turun, sedangkan ion H3O+ tetap
  3. Ion H3O+ dari larutan HCl bereaksi dengan CN−, reaksi bergeser ke arah produk sehingga; [HCN] < [CN−]
  4. Penambahan ion H3O+ dari larutan HCl tidak mengubah pH larutan, karena [HCN] = [CN−]
Pembahasan Soal #16 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Dalam sistem kesetimbangaa terdapat spesi: HCN, H2O, CN−, H3O+
Bila ditambahkan sedikit HCl maka akan terjadi reaksi antara HCl(aq) dengan basa konjugat (CN−). Dalam larutan HCl yang dapat bereaksi adalah spesi H+ atau H3O+.
Reaksinya: H3O+(aq) + CN–(aq) → HCN(aq) + H2O(l)
Dari reaksi ini tampak bahwa [CN−] berkurang karena berubah menjadi HCN, dengan kata lain [HCN] bertambah. Karena H3O+ yang bereaksi dengan CN– berasal dari larutan HCl maka ion H3O+ pada sistem kesetimbangan sebelumnya tidak berubah. Secara keseluruhan maka reaksi bergeser ke arah kiri atau ke arah reaktan.
Jawaban yang tepat B.


Soal #17 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Allah melimpahkan kekayaan alam berupa logam-logam yang terkandung dalam lautan dan tanah. Proses elektrolisis dapat dimanfaatkan untuk pelapisan atau pemurnian berbagai logam.
Dalam sebuah percobaan, sejumlah arus yang sama selama 20 menit dilewatkan ke dalam tiga buah sel elektrolisis dihubungkan secara seri. Pada sel A, 0,0234 g Ag dihasilkan dari larutan AgNO3 (aq); sel B mengandung Cu(NO3)2 (aq); sel C mengandung Al(NO3)3. Massa Cu dan Al yang dihasilkan dari sel B dan sel C berturut-turut adalah ….
(A) 0,039 g ; 0,0104 g
(B) 0,0139 g ; 0,0325 g
(C) 0,0069 g ; 0,00195 g
(D) 0,0073 g ; 0,0173 g

Pembahasan Soal #17 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Pada soal ini berlaku hukum Faraday II.
Pada soal ini ion logam-logam yang dielektrolisis “dianggap” tereduksi menghasilkan logamnya masing-masing.

Sel A: Ag+ + e– → Ag
Sel B: Cu2+ + 2e– → Cu
Sel C: Al3+ + 3e– → Al

m Ag : m Cu = Ar Ag/1 : Ar Cu/2
0,0234 g : m Cu = 108/1 : 63,5/2
0,0234 g : m Cu = 3,40
m Cu = 0,0234 g : 3,40
m Cu = 0,00688 g ≈ 0,0069 g

m Ag : m Al = Ar Ag/1 : Ar Al/3
0,0234 g : m Al = 108/1 : 27/3
0,0234 g : m Al = 12
m Al = 0,0234 g : 12
m Al = 0,00195 g

Alternatif jawaban yang sesuai (C)


Soal #19 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Berbagai gas di alam telah ada sejak awal kehidupan. Namun gas hidrogen sangat reaktif, sehingga keberadaannya di alam tidak dalam bentuk bebas. Atom hidrogen yang menangkap elektron membentuk ion hidrida. Apabila ion hidrida bereaksi dengan air, maka akan menghasilkan …
(A) larutan bersifat asam dan gas hidrogen
(B) larutan bersifat asam dan gas oksigen
(C) larutan bersifat basa dan gas hidrogen
(D) larutan bersifat basa dan gas oksigen

Pembahasan Soal #19 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Ion hidrida (H–)
Reaksi ion hidrida dengan air
H– + H2O → H– + H+ + OH– → H2 + OH–
Karena menghasilkan ion OH– maka larutan bersifat basa dan tampak pada persamaan reaksi menghasilkan gas H2 hasil reaksi H– + H+
Jawaban yang tepat (C)


Soal #22 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Kotoran hewan, sayuran dan buah-buahan busuk dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan, yaitu biogas. Proses fermentasi limbah organik tersebut menghasilkan gas metana. Kalor pembakaran gas metana ditentukan dengan metode kalorimetri. Sebanyak 0,16 g gas metana (CH4) digunakan sebagai bahan bakar untuk menaikan suhu 1 L air dari 25 oC menjadi 26,56 oC. Reaksi yang terjadi:
CH4 (g) + O2 (g) → CO2(g) + 2H2O(g).
Kapasitas kalor kalorimeter = 958 J oC dan kalor jenis air 4,18 J ∕g oC.
Kalor pembakaran (kJ) untuk setiap 1 mol gas metana adalah ....
(A) –801,4
(B) +801,4
(C) –1494
(D) +1494

Pembahasan Soal #22 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Qreaksi = –(Qair + Qkalorimeter)
Qreaksi = –(m.c.∆T + C.∆T)
Qreaksi = –(1000 g × 4,28 J/g.oC × (26,56 – 25) oC + 958 J oC × (26,56 – 25) oC)
Qreaksi = –(6520,80 + 1494.48 ) J
Qreaksi = –8015,28 J
Qreaksi = –8,01528 kJ

Ini adalah kalor pembakaran untuk setiap 0,16 g CH4 atau setiap 0,16/16 mol atau 0,01 mol CH4
Jadi kalor pembakaran untuk setiap mol CH4 = –8,01528 kJ : 0,01 mol = –801,528 kJ/mol


Soal #23 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Penggunaan bahan bakar fosil selain meningkatkan kadar gas CO2, memicu terjadinya polutan udara berupa senyawa oksida nitrogen yang berbahaya bagi kesehatan. Dibanding dengan senyawa oksida nitrogen lain, dinitrogen pentaoksida hanya sedikit terdapat di udara, karena mudah terurai menjadi dinitrogen tetraoksida dan oksigen, menurut persamaan reaksi: 2N2O5 (g) → 2N2O4 (g) + O2 (g)

Berikut ini data hasil studi kinetik penguraian N2O5 yang dilakukan pada suhu tertentu:

Waktu (s)
[N2O5] (M)
ln [N2O5]
0,0
0,1000
- 2,303
50.0
0,0707
- 2,649
100,0
0,0500
- 2,996
200,0
0,0250
- 3,689
300,0
0,0125
- 4,382
400,0
0,00625
- 5,075

Jika diasumsikan penguraian N2O5 termasuk reaksi orde kesatu, maka nilai konstanta laju reaksi (k) adalah …
(A) 0,0001875 s–1
(B) 0,00625 s–1
(C) 0,00693 s–1
(D) 0,03689 s–1

Pembahasan Soal #23 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Pada reaksi orde kesatu maka akan berlaku:
ln[N2O5] = –kt + ln[N2O5]0

Boleh menggunakan data yang manapun, misal data diambil pada waktu t = 50 s
ln[0,0707] = –k.50 + ln[0,1000]
ln[0,0707] = –k.50 + ln[0,1000]
–2,649 = –k.50 + (–2,303)
–2,649 = –k.50 – 2,303
k.50 = 0,346
k = 0,346 : 50
k = 0,00693 s–1


Soal #24 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Sekitar 1 dari 20 batuan meteorit yang jatuh ke bumi mengandung sejumlah senyawa organik. Para ilmuwan menyelidiki senyawa organik yang menjadi molekul pembangun kehidupan di bumi kemungkinan berasal dari angkasa luar. Salah satu metode penentuan komposisi dan rumus senyawa adalah dengan metode reaksi pembakaran. Pada suatu eksperimen, telah dibakar dalam oksigen berlebih 3,795 mg cairan suatu sampel menghasilkan 9,708 mg CO2 dan 3,969 mg H2O. Penyelidikan dilanjutkan dengan menguapkan sebanyak 0,205 g sampel pada suhu 200oC dan tekanan 1 atm, sehingga menghasilkan 89,8 mL uap cairan. Rumus kimia senyawa tersebut adalah …

(A) C3H5O2
(B) C5H10O
(C) C5H8O2
(D) C10H20O2

Pembahasan Soal #24 KSM Kimia Terintegrasi 

Pada soal ini tidak diberikan tabel periodik unsur yang diperlukan, siswa mungkin dianggap sudah hafal Ar setiap unsur atau pembuat soal lupa melampirkannya. Soal ini sesungguhnya diambil dari buku teks kimia (Raymond Chang) yang kemudian di bumbui sedikit sehingga seolah terintegrasi 😊. Ayo semangat belajar!

Pertama, hitung jumlah masing-masing unsur

Unsur C dalam CO2
Setiap 1 mol CO2 terdapat 1 mol unsur C
n CO2 = massa CO2 : massa molar CO2
Massa CO2 = 9,708 mg = 9,708×10–3 g
n CO2 = 9,708×10–3 g : 44 g/mol
n CO2 = 2,206×10–4 mol

Karena jumlah C sebanding dengan jumlah CO2 maka:
n C = 2,206 × 10–4 mol

Unsur H dalam H2O
Setiap 1 mol H2O terdapat 2 mol unsur C
n H2O = massa H2O : massa molar H2O
Massa H2O = 3,969 mg = 3,969 × 10–3 g
n H2O = 3,969 × 10–3 g : 18 g/mol
n H2O = 2,205 × 10–4 mol

Karena jumlah H sebanding dengan 2 kali jumlah H2O maka:
n H = 2 × 2,205 × 10–4 mol
n H = 4,410 × 10–4 mol

Untuk menghitung jumlah O maka dihitung dengan cara mengurangkan massa cairan dengan massa C dan massa H.
massa C = 2,206 × 10–4 mol × 12 g/mol = 26,472 × 10–4 g = 2,6472 mg
massa H = 4,410 × 10–4 mol × 1 g/mol = 4,41 × 10–4 g = 0,441 mg

Massa O = 3,795 mg – (2,6472 mg + 0,441 mg)
Massa O = 0,7068 mg = 7,068 × 10–4 gn O = 7,068 × 10–4 g : 16 g/mol
n O = 4,42 × 10–5 mol

Kedua, hitung perbandingan jumlah mol C : jumlah mol H : jumlah mol O
Tentukan perbandingan jumlah mol C : jumlah mol H : jumlah mol O
Perbandingan C : H : O = 2,206 × 10–4 mol : 4,410 × 10–4 mol : 4,42 × 10–5 mol
(bagi dengan angka terkecil)
Perbandingan C : H : O = 5 : 10 : 1
(hasil pembulatan menjadi bilangan bulat).
Diperoleh rumus empiris C5H10O

Ketiga, tentukan massa molar untuk menentukan rumus kimianya.
n = PV : RT
n = (1 atm × 0,0898 L) : (0,0821 L.atm/K.mol × (273+200)K
n = 0,00231 mol

massa molar (C5H10O)n = 0,205 : 0,00231 = 88,71 g/mol
(C5H10O)n = 88,71 g/mol
(12×5 + 1×10 + 16)n = 88,71
86.n = 88,71
n = 1,031 1

Jadi rumus kimia yang tepat adalah C5H10O


Soal #25 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Kapasitas baterai ion lithium yang digunakan dalam kamera digital adalah 3,4 W.Jam pada 3,6 V. Massa ion Li+ (dalam gram) yang harus bermigrasi dari anode ke katode agar menghasilkan energi listrik sebanyak itu adalah …
(A) 0,24
(B) 0,47
(C) 0,51
(D) 0,68

Pembahasan Soal #25 KSM Kimia Terintegrasi 2018
Pertama, hitung arus listrik yang digunakan selama 1 jam
Soal ini menerapkan konsep elektrokimia, serta hukum Ohm (W = V × I) dengan W adalah daya/energi listrik (watt), V adalah tegangan listrik (volt), dan I adalah kuat arus (ampere)
Arus yang digunakan selama 1 jam → I = W/V → I = 3,4 watt : 3,6 volt = 0,944 ampere.

Kedua, hitung muatan listri yang digunakan selama 1 jam atau 3600 detik
Q = I × t
Q = 0,944 ampere × 3.600 detik
Q = 3.399,84 Coulomb ≈ 3.400 coulomb

Ketiga, hitung jumlah elektron yang mengalir
Jumlah elektron = Q : 96,500 = 3.400 coulomb : 96.500 = 0,035 mol

Berdasarkan reaksi yang terjadi Li+ + e– → Li
bahwa jumlah Li+ yang bermigrasi setara dengan jumlah elektron dan setara dengan Li, maka
Jumlah Li = jumlah elektron
Jumlah Li = 0,035 mol

Massa Li = jumlah Li × massa molar Li
Massa Li = 0,035 mol × 6,9 g/mol = 0,2415 g ≈ 0,24 g

Baca selengkapnya »
Soal Seleksi Tingkat Kabupaten-Kota KSM 6 Bidang - Madrasah Aliyah Tahun 2018

Soal Seleksi Tingkat Kabupaten-Kota KSM 6 Bidang - Madrasah Aliyah Tahun 2018

Add Comment
Soal Seleksi Tingkat Kabupaten-Kota Kompetisi Sains Madrasah (KSM) Tingkat Madrasah Aliyah Tahun 2018:

1. KSM Kab/Kota 2018 Bidang Kimia Terintegrasi
2. KSM Kab/Kota 2018 Bidang Fisika Terintegrasi
3. KSM Kab/Kota 2018 Bidang Biologi Terintegrasi
4. KSM Kab/Kota 2018 Bidang Matematika Terintegrasi
5. KSM Kab/Kota 2018 Bidang Geografi Terintegrasi
6. KSM Kab/Kota 2018 Bidang Ekonomi Terintegrasi

Kunci Jawaban Soal KSM Kabupaten/Kota 2018 Semua Bidang untuk Jenjang MA.


Baca selengkapnya »
Pembahasan Soal (Nomor 26-50) KSM Kima Tingkat Provinsi Tahun 2017

Pembahasan Soal (Nomor 26-50) KSM Kima Tingkat Provinsi Tahun 2017

Add Comment
Berikut ini adalah lanjutan pembahasan soal dari kompetisi sains madrasah (KSM) tingkat provinsi tahun 2017.  Untuk pembahasan soal nomor 1-25 silakan lihat daftar isi blog ini. Mohon koreksi bila ada kekurangtepatan pembahasannya.



Soal #26 KSM Provinsi 2017
Jika 5 mL H2SO4 bisa digunakan untuk menetralisir 84,6 mL NaOH 2 M, maka kemurnian H2SO4 (densitas 1,8 g/mL) adalah…
A. 92,1 %
B. 89,2%
C. 78,8%
D. 82,6%
E. 88,8%

Pembahasan Soal #26 KSM Provinsi 2017
Reaksi: H2SO4 + 2NaOH → Na2SO4 + 2H2O
Jumlah NaOH = 84,6 mL × 2 M = 169,2 mmol

Secara stoikimetri jumlah H2SO4 = ½ × jumlah NaOH

Jumlah H2SO4 = ½ × 169,2 mmol = 84,6 mmol
Jumlah H2SO4 = 84,6 mmol = 0,0846 mol

Massa H2SO4 = jumlah H2SO4 × massa molar H2SO4
Massa H2SO4 = 0,0846 mol × 98 g/mol
Massa H2SO4 = 8,29 g

Fakta massa H2SO4 = 5 mL × 1,8 g/mL = 9 g.

Kemurnian H2SO4 = (Massa H2SO4 stoikiometri : massa H2SO4 nyata) × 100%
Kemurnian H2SO4 = (8,29 g : 9 g) × 100%
Kemurnian H2SO4 = 92,12%
Jawaban yang tepat A.


Soal #27 KSM Provinsi 2017
Pernyataan berikut ini yang tidak benar adalah…
A. amonia akan terdisosiasi tidak sempurna di dalam air
B. pKb dari ammonia lebih kecil dari pKb NaOH
C. larutan buffer dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya
D. larutan buffer akan tahan terhadap perubahan pH
E. pH ekivalen dari reaksi asam kuat dan basa kuat sama dengan 7

Pembahasan Soal #27 KSM Provinsi 2017
  1. amonia akan terdisosiasi tidak sempurna di dalam air, benar, amonia termasuk basa lemah maka ia tidak terdisosiasi seluruhnya dalam air.
  2. pKb dari ammonia lebih kecil dari pKb NaOH, salah, nilai Kb ammonia memang lebih kecil dari Kb NaOH, maka nilai pKb ammonia menjadi lebih besar dari NaOH. ingat pKb = –log Kb.
  3. larutan buffer dapat dibuat dari asam lemah dan garamnya, benar
  4. larutan buffer akan tahan terhadap perubahan pH, benar
  5. pH ekuivalen dari reaksi asam kuat dan basa kuat sama dengan 7, benar
Jawaban yang tepat B.


Soal #28 KSM Provinsi 2017
Diketahui larutan 0,15 M CH3COONa dengan Ka asam asetat = 1,8 × 10–5, maka pH dari larutan yang mengalami hidrolisis tersebut adalah…
A. 8,96
B. 7,86
C. 6,88
D. 7,28
E. 6,66

Pembahasan Soal #28 KSM Provinsi 2017
pH = ½ (14 + pKa + log [G])
pH = ½ (14 – log (1,8×10–5) + log 0,15)
pH = ½ (14 + 4,74 – 0,82)
pH = ½ 17,92
pH = 8,96
Jawaban yang tepat A.


Soal #29 KSM Provinsi 2017
Berikut ini yang bukan termasuk pasangan larutan buffer adalah…
A. KH2PO4/H3PO4
B. NaClO4/HClO4
C. CH3COONa/CH3COOH
D. C5H5N/C5H5NHCl
E. tidak ada jawaban di atas

Pembahasan Soal #29 KSM Provinsi 2017
Pasangan larutan buffer merupakan asam/basa lemah dengan konjugatnya yang ditandai dengan selisih H sebanyak 1 atom H.

H2PO4– dari asam lemah H3PO4 → pasangan buffer
KH2PO4/H3PO4
H2PO4– + H+ → H3PO4

ClO4– dari asam kuat HClO4 → bukan pasangan buffer
NaClO4/HClO4
ClO4– + H+ → HClO4

CH3COO– dari asam lemah CH3COOH → pasangan buffer
CH3COONa/CH3COOH
CH3COO– + H+ → CH3COOH

C5H5N dari asam lemah C5H5NH+ → pasangan buffer
C5H5N/C5H5NHCl
C5H5N + H+ → C5H5NH+
C5H5N atau piridin merupakan basa lemah

Semuanya merupakan pasangan buffer
Jawaban yang tepat B.


Soal #30 KSM Provinsi 2017
Jika AgNO3 ditambahkan perlahan-lahan ke dalam larutan Cl– 0,02 M dan Br– 0,02 M, maka pernyataan berikut ini yang tidak benar adalah…(Ksp AgBr = 7,7×10–13, Ksp AgCl = 1,6×10–10)
A. AgBr akan mengendap lebih dahulu daripada AgCl
B. konsentrasi AgNO3 yang ditambahkan harus lebih besar daripada 3,9×10–11 untuk mengendapkan AgBr
C. konsentrasi AgNO3 yang ditambahkan harus lebih besar daripada 8,0×10–9 untuk mengendapkan AgCl
D. untuk mengendapkan AgBr tapi tidak AgCl, maka konsentrasi AgNO3 harus lebih besar daripada 8,0×10–9
E. tidak ada jawaban yang benar

Pembahasan Soal #30 KSM Provinsi 2017
AgBr dan AgCl bila terurai sama-sama akan menjadi 2 ion.
Ksp yang lebih kecil jika ditambahkan ion senama dengan jumlah yang sama maka yang lebih dahulu mengendap adalah yang memiliki Ksp lebih kecil (dalam hal ini adalah AgBr).
Opsi A benar, yang dicari tidak benarnya.

Syarat terjadi endapan adalah nilai Ksp < Qsp

Qsp AgBr = 3,9×10–11 × 0,02 = 7,8 × 10–13
→ Ksp AgBr > Qsp AgBr → terbentuk endapan
Opsi B benar, walau andai [AgBr] 3,86×10–11 pun sudah terbentuk endapan.

Qsp AgCl = 8×10–9 × 0,02 = 1,6 × 10–10
→ Ksp AgCl = Qsp AgBr → tepat jenuh endapan
Opsi C benar, karena bila lebih besar dari 8,0×10–9 untuk Qsp AgCl akan lebih besar dari Ksp AgCl

Opsi D salah, ini yang diminta pada soal.

Jawaban yang tepat D.


Soal #31 KSM Provinsi 2017
Perubahan entalpi pembentukan standar (ΔHfo) untuk NaOH(s) adalah ...
A. Na(s) + H2O(l) → NaOH(s) + ½ H2(g)
B. Na(s) + ½ H2O2(l) → NaOH(s)
C. NaCl(s) + H2O(l) → NaOH(s) + HCl(l)
D. Na+(aq) + OH–(aq) → NaOH(s)
E. Na(s) + ½O2(g) + ½H2(g) → NaOH(s)

Pembahasan Soal #31 KSM Provinsi 2017
Reaksi pembentukan standar adalah reaksi yang menghasilkan 1 mol zat dari unsur-unsur penyusunnnya.
Jawaban yang tepat E.


Soal #32 KSM Provinsi 2017
Entalpi disosiasi ikatan H–H dan H–Cl adalah 435 kJ mol–1 and 431 kJ mol–1. Jika ΔHfo untuk HCl(g) adalah –92 kJ mol–1, maka nilai entalpi disosiasi ikatan Cl–Cl adalah…
A. 88 kJ mol–1
B. 96 kJ mol–1
C. 188 kJ mol–1
D. 243 kJ mol–1
E. 335 kJ mol–1

Pembahasan Soal #32 KSM Provinsi 2017
Terjemahan dari soal:
H–H(g) → 2H(g) ∆H = 435 kJ mol–1
H–Cl(g) → H(g) + Cl(g) ∆H = 431 kJ mol–1
H–H(g) + Cl–Cl(g) → 2HCl(g) ΔHfo = –92 kJ mol–1
Cl–Cl(g) → 2Cl ∆H = ...?

Tata ulang persamaan
2H(g) → H–H(g) ∆H = –435 kJ mol–1
2H–Cl(g) → 2H(g) + 2Cl(g) ∆H = 862 kJ mol–1
H–H(g) + Cl–Cl(g) → 2H–Cl(g) ΔHfo = –184 kJ mol–1
Cl–Cl(g) → 2Cl ∆H = (–435 + 862 – 184) kJ mol–1

Nilai entalpi disosiasi ikatan Cl–Cl = 243 kJ mol–1
Jawaban yang tepat D.


Soal 33# KSM Provinsi 2017
Persamaan reaksi: 2CO + O2 → 2CO2 +136 kkal, menyatakan bahwa pada pembakaran 1 mol CO terjadi perubahan entalpi sebesar ...
A. +136 kkal
B. –68 kkal
C. +68 kkal
D. –136 kkal
E. –272 kkal

Pembahasan Soal #33 KSM Provinsi 2017
2CO + O2 → 2CO2 +136 kkal
Ini menyatakan pembakaran 2 mol CO yang menghasilkan energi sebesar 136 kkal (∆Hc = –136 kkal)
Untuk pembakaran 1 mol CO (∆Hc = ½ × –136 kkal = –68 kkal)
Jawaban yang tepat B.


Soal #34 KSM Provinsi 2017
Reaksi yang memiliki ΔS° > 0 adalah…
A. PCl5(g) → PCl3(g) + Cl2(g)
B. H2 (g) + O2 (g) → H2O2 (aq)
C. S8(l) → S8(s, monoclinic)
D. H2(g) + 2 Ag+(aq) → 2 H+(aq) + 2 Ag(s)
E. O2(g) + 4 H+(aq) + 4e– → 2 H2O(l)

Pembahasan Soal #34 KSM Provinsi 2017
Tanda ΔS° > 0 ini artinya entropi reaksi bernilai positif, dan dapat dimaknai bahwa entropi yang bernilai positif ini menandakan tingkat tidak teraturannya semakin besar. Sebaliknya nilai ΔS° < 0 menandai perubahan ∆S bernilai negatif, yang dapat dimaknai suatu zat keteraturannya semakin tinggi.

Ketika ΔS° > 0 maka:
Bila ditinjau dari wujud maka akan terjadi perubahan wujud padat ke cair, pada ke gas, cair ke gas.
Bila ditinjau dari komposisi jumlah zat, jumlah zatnya meningkat, jumlah jat ruas menjadi lebih besar.

Sebaliknya ΔS° < 0 maka kondisinya akan berlawanan dari pernyataan ketika ΔS° > 0.
Jawaban yang tepat A.


Soal #35 KSM Provinsi 2017
Reaksi: P + Q → R mengikuti persamaan laju reaksi v = k[P]2[Q]½. Jika konsentrasi P dan Q masing-masing diperbesar empat kali, laju reaksinya akan meningkat menjadi ....
A. 4 kali
B. 8 kali
C. 16 kali
D. 32 kali
E. 64 kali

Pembahasan Soal #35 KSM Provinsi 2017
Kondisi awal dengan v = k[P]2[Q]½ dan nilai [P] dan [Q] dimisalkan sebagai x molar
v = k[P]2[Q]½
v1 = k.x2.x½
v1 = k.x2½

Pada saat [P] dan [Q] di perbesar 4 kali yaitu 4x molar
v = k[P]2[Q]½
v2 = k.(4x)2.(4x)½
v2 = k.16x2.2x½
v2 = k.32x2½
v2 = 32.k.x2½
v2 = 32.v1
Jawaban yang tepat D.


Soal #36 KSM Provinsi 2017
Laju reaksi pada setiap saat dari persamaan reaksi 2A + 2B → 5C + 2D dapat dinyatakan sebagai...
A. penambahan konsentrasi A setiap satuan waktu.
B. penambahan konsentrasi B setiap satuan waktu
C. penambahan konsentrasi D setiap satuan waktu
D. penambahan konsentrasi A dan B setiap satuan waktu
E. penambahan konsentrasi B dan C setiap satuan waktu.

Pembahasan Soal #36 KSM Provinsi 2017
Pada setiap reaksi kimia yang dapat berlangsung ke kanan biasanya konsentrasi pereaksi akan berkurang sementara itu hasil reaksi konsentrasi akan bertambah.
Jawaban yang tepat C.


Soal #37 KSM Provinsi 2017
Persamaan laju reaksi untuk P + 2Q → C adalah v = k[P]2[Q]. Jika konsentrasi zat P dan Q mula-mula adalah 1 M dan 2 M, maka laju reaksi pada saat konsentrasi P tinggal 3/4 mol/L adalah ...
A. 9/8 k
B. 3/16 k
C. 1/16 k
D. 9/16 k
E. 27/16 k

Pembahasan Soal #37 KSM Provinsi 2017
Pada saat [P] = ¾ M artinya ∆[P] yang bereaksi = (1 – ¾)M= ¼ M

∆[P]/∆t = ∆[Q]/2∆t
∆[P] = ∆[Q]/2
2∆[P] = ∆[Q]
2 × ¼ = ∆[Q]
∆[Q] = ½
Dari konsentrasi yang bereaksi ini kemudian digunakan untuk menghitung laju reaksi.
v2 = k[P] [Q] 2
v2 = k[1/4] [1/2] 2
v2 = k (1/4)(1/4)
v2 = k 1/16
Jawaban yang tepat C.


Soal #38 KSM Provinsi 2017
Pada persamaan kesetimbangan kimia berikut:
2SO3(g) ⇌ 2SO2(g) + O2 (g) ΔH = 380 kJ/mol
Jika suhu diturunkan, maka konsentrasi ...
A. SO3 tetap
B. SO3 bertambah
C. SO3 dan O2 tetap
D. SO2 tetap
E. O2 bertambah

Pembahasan Soal #38 KSM Provinsi 2017
Jika suhu ditutunkan maka reaksi bergeser ke reaksi yang bersifat eksoterm.
Reaksi pada soal ini memiliki ∆H bernilai positif, berarti reaksi ke kanan bersifat endoterm sebaliknya ke kiri bersifat eksoterm. Jadi jika suhu diturunkan maka reaksi akan bergeser ke kiri, dengan kata lain konsentrasi SO3 akan bertambah.
Jawaban yang tepat B.


Soal #39 KSM Provinsi 2017
Dari reaksi eksotermis berikut ini:
4NH3(g) + 7O2(g) ⇌ 4NO2(g) + 6H2O(g)
untuk meningkatkan kuantitas NO2 dapat dilakukan dengan cara…
A. menaikkan temperatur
B. menurunkan volume wadah
C. menambah Ne(g)
D. menambah H2O(g)
E. memberi katalis

Pembahasan Soal #39 KSM Provinsi 2017
NO2 posisinya di ruas sebelah kanan.
Jumlah gas diruas kiri = 11 mol, jumlah gas diruas kanan = 10 mol. Sementara itu data termokimia tidak diberikan pada soal.

Upaya yang dapat dilakukan agar reaksi bergeser ke kanan (di ruas kanan terdapat NO2 yang diharap meningkat konsentrasinya) karena jumlah gas di kanan lebih kecil maka dengan menurunkan volume sistem atau menaikkna tekanan.
Jawaban yang tepat B.


Soal #40 KSM Provinsi 2017
Pada suhu tertentu dalam wadah tertutup 1,5 L terjadi reaksi dapat balik sebagai berikut:
2NO2(g) ⇌ 2NO(g) + O2(g)
Jika pada keseimbangan, terdapat 3 mol NO, 4,5 mol O2 dan 15 mol NO2, maka nilai Kc untuk reaksi tersebut adalah…
A. 0,12
B. 0,18
C. 0,90
D. 1,11
E. 8,33

Pembahasan Soal #40 KSM Provinsi 2017
[NO] = 3 mol : 1,5 L = 2 M
[O2] =4,5 mol : 1,5 L = 3 M
[NO2] = 15 mol : 1,5 L = 10 M

Kc = [NO]2[O2]/[NO2]2
Kc = [2]2[3]/[10]2
Kc = 12/100
Kc = 0,12


Soal #41 KSM Provinsi 2017
Pernyataan yang benar terkait alkana adalah…
  1. Bersifat nonpolar
  2. Tidak larut dalam air
  3. Tidak bereaksi dengan larutan asam atau basa
  4. Tidak bereaksi dengan hidrogen
A. 1 dan 3
B. 1 dan 2
C. 2 dan 4
D. 2 dan 3
E. semua benar

Pembahasan Soal #41 KSM Provinsi 2017
Alternatif yang mutlak benar tanpa harus ditentukan kondisi tertentu adalah 1 dan 2. Sementara jawaban 3 bisa jadi benar bila dilakukan pada keadaan tertentu.
Jawaban yang tepat B.


Soal #42 KSM Provinsi 2017
Pernyataan yang menunjukkan kekhasan atom karbon adalah:
  1. Dapat membentuk rantai karbon yang sangat panjang
  2. Karbon termasuk dalam unsur golongan IV A sehingga dapat menggunakan 4 e– valensinya untuk membentuk 4 ikatan kovalen
  3. Dapat membentuk ikatan kovalen dengan sesama atom C atau dengan atom unsur lain menghasilkan berbagai macam senyawa organik.
  4. Karbon dapat membentuk ikatan kovalen koordinasi dengan atom lain.
Pernyataan yang benar adalah….
A. pernyataan 1, 2, dan 3
B. pernyataan 1 dan 3
C. pernyataan 2 dan 4
D. pernyataan 4
E. semua pernyataan benar
Pembahasan Soal #42 KSM Provinsi 2017
Jawaban yang tepat A.


Soal #43 KSM Provinsi 2017
Jumlah atom C sekunder yang terdapat dalam senyawa berikut adalah…

A. 3 buah
B. 2 buah
C. 7 buah
D. 4 buah
E. 1 buah

Pembahasan Soal #43 KSM Provinsi 2017
Atom c skunder adalah atom C yang berikatan dengan dua atom C yang lain.

Jawaban yang tepat A.


Soal #44 KSM Provinsi 2017
Jumlah ikatan sigma dan ikatan phi dalam struktur molekul asam asetat (CH3COOH) adalah…
A. 4 ikatan sigma dan 1 ikatan phi
B. 7 ikatan sigma dan 1 ikatan phi
C. 4 ikatan sigma dan 4 ikatan phi
D. 7 ikatan sigma dan 4 ikatan phi
E. 4 ikatan sigma dan 2 ikatan phi

Pembahasan Soal #44 KSM Provinsi 2017
Pada setiap ikatan singel (tunggal) terdapat satu ikatan sigma (s)
Pada setiap ikatan dobel (rangkap) terdapat satu ikatan sigma (s) dan satu ikatan phi (p) 

Jawaban yang tepat B.


Soal #45 KSM Provinsi 2017
Molekul berikut yang bersifat optis aktif, kecuali…

A. 2,4-dimetil-3-pentanol
B. 2,3-dimetil-1-pentanol
C. 3,4-dimetil-2-pentanol
D. 3,4-dimetil-1-pentanol
E. 2,3-dimetilpentanadiol

Pembahasan Soal #45 KSM Provinsi 2017
Molekul dikatakan bersifat optis aktif bila memiliki atom C kiral, atom C yang mengikat 4 gugus fungsi berbeda satu sama lain.

Pada soal aslinya tertulis tanpa kata kecuali, kalau tanda kecuali maka jawaban yang benar adalah BCDE, kecuali A yang memang tidak punya atom C kiral.

Jawaban yang tepat A.


Soal #46 KSM Provinsi 2017
Dari reaksi-reaksi senyawa karbon berikut:
  1. 2-Butanol dengan katalis asam menghasilkan 2-butena
  2. Benzena + Cl2 dengan katalis besi (III) klorida menghasilkan klorobenzena
  3. 2-Butena dengan HCl menghasilkan 2-klorobutana
Jenis reaksi di atas berturut turut adalah…
A. adisi, eliminasi, substitusi
B. eliminasi, adisi, oksidasi
C. eliminasi, substitusi, adisi
D. adisi, substitusi, eliminasi
E. substitusi, eliminasi, oksidasi

Pembahasan Soal #46 KSM Provinsi 2017
  • Reaksi (1) 2-butanol semua berikatan singel menghasilkan 2-butena terdapat ikatan dobel dan melepaskan H2O → jenis reaksi eliminasi.
  • Reaksi (2) hanya terjadi pertukaran 1 atom H pada benzena dengan 1 atom Cl → jenis reaksi substitusi.
  • Reaksi (3) 2-butena memiliki ikatan dobel berubah menjadi 2-klorobutana (semua berikatan singel) → jenis reaksi adisi.
Jawaban yang tepat C.


Soal #47 KSM Provinsi 2017
Produk dominan dari reaksi antara propena dengan H2O/H+, kemudian dilanjutkan dengan kalium permanganat/H+ akan dihasilkan senyawa dengan nama…
A. propanal
B. propanon
C. asam propanoat
D. etanal dan metanal
E. etanol dan methanol

Pembahasan Soal #47 KSM Provinsi 2017
Reaksi tahap pertama adalah reaksi adisi (hidrolisis) propena pada suasana asam yang akan menghasilkan alkohol primer (1-propanol).
CH3–CH=CH2 + H2O → CH3–CH2–CH2OH

Reaksi tahap pertama adalah reaksi oksidasi alkohol primer(1-propanol) pada suasana asam yang akan menghasilkan alkanal (propanal)
CH3–CH2–CH2OH → CH3–CH2–CHO + H2
Jawaban yang tempat A.


Soal #48 KSM Provinsi 2017
Produk dominan dari reaksi antara 2-metil-2-pentena dengan HCl adalah...
A. 2-kloro-2-metilpentana
B. 3-kloro-2-metilpentana
C. 3-kloro-3-metilpentana
D. 4-kloro-4-metilpentana
E. 4-kloro-3-metilpentana

Pembahasan Soal #48 KSM Provinsi 2017
Reaksi adisi ini akan mengikuti aturan Markovnikov, H dari HCl akan masuk pada C ikatan dobel yang memiliki H lebih banyak, sementara itu Cl akan masuk pada C ikatan dobel yang memiliki H lebih sedikit. Produk dominan atau produk mayor adalah 2-kloro-2-metilpentana.

Persamaan reaksi:

Jawaban yang tepat A.


Soal #49 KSM Provinsi 2017
Sifat dari suatu sistem partikel koloid yang benar adalah...
A. memiliki diameter 0,1 μm
B. cepat mengendap jika didiamkan
C. dapat menyala jika ke dalamnya dialiri arus listrik
D. dapat terlihat jelas dengan dengan mikroskop biasa
E. tidak dapat terpisah dengan penyaring biasa tetapi dapat terpisah dengan penyaring ultra.

Pembahasan Soal #49 KSM Provinsi 2017
Jawaban yang tepat E.


Soal #50 KSM Provinsi 2017
Peristiwa berikut merupakan contoh peristiwa koagulasi koloid, kecuali :
  1. Proses penggumpalan debu atau asap pabrik
  2. Penyembuhan sakit perut dengan norit akibat dari bakteri patogen
  3. Penjernihan air tebu dalam pembuatan gula
  4. Pengolahan karet dengan lateks
A. 1 dan 2
B. 1 dan 3
C. 1 dan 4
D. 2 dan 3
E. 2 dan 4

Pembahasan Soal #50 KSM Provinsi 2017
Jawaban yang tepat C, untuk 2 dan 3 itu merupakan contoh perstiwa adsorbsi.

Baca selengkapnya »
Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

meCKZINK

Memuat...

Arsip Blog

Topik

asam dan basa buffer hidrokarbon kesetimbangan kimia kimia kimia unsur laju reaksi makromolekul polimer reaksi redoks sel elektrokimia senyawa karbon soal OSN soal osp soal un termokimia unsur radioaktif

Popular Posts

  • Kos Murah, Bisa Pasutri Fasilitas Lengkap Grogol
    Kost Jelambar, Grogol, Jakarta Barat, deket halte busway dan stasiun.  Rp 1,2 juta fasilitas kamar: kasur 120x200cm, AC, kipas angin, lemari...
  • Kos Kosong Kampung Rawa Jakarta Pusat
    Ada kosan/kamar kosong  -(kamar mandi luar semua ya) Lokasi: Jln kampung rawa gang delima patokan sebrang pegadaian kampung rawa(jakarta pus...
  • Kos Cawang, Otista Bersih Fasilitas Lengkap
    Kost-Kostan di Cawang Jakarta Timur - Otista Bukan Kost'an Bebas! Fasilitas Lengkap dan bersih  Fasilitas yg didapat dalam kamar: Ruang ...
  • Kos Pak Slamet, Johar Baru Jakarta Pusat Cuma 800rb/bln
    Kosan Pak Haji Selamet. Jl. Rawa Selatan 2 No. 19A Rt 002 Rw 007, Johar Baru, Jakarta Pusat WA : +62 818-0723-3475 -Kamar Kosongan -Kamar Ma...
  • Sewa Rumah Bulanan Pondok Aren
    Rumah dikontrakan : -Harga sewa sudah termasuk listrik ya gaess -Kamar Tidur 1 -Kamar Mandi 1 -Dekat Tol Ciledug/Petukangan -Akses Mobil -Ji...
  • Kos deket Slipi, Kemanggisan dekat juga dgn Central Park (CP(
    Ada nih Deket Slipi Kemanggisan sama mall central park harga 600 udah ada kipas angin lemari baju kasur air listrik sudah kami tanggung
  • Tata Nama Senyawa Alkena
    Tatanama Senyawa Alkena . Alkena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yang memiliki satu ikatan rangkap (C = C). Senyawa yang mempunyai d...

Navigasi

  • Home
  • disclaimer
  • sitemap
Ehcrodeh. Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © KMA. Template by : Petunjuk Onlene