× Home Daftar Isi Disclaimer Tentang Blog
Menu

Serba Ada

Serba Serbi

Soal Menentukan Pasangan Konjugasi dan Larutan Penyangga

Materi: kimia
Terdapat campuran larutan seperti berikut
  1. Al(OH)3 dan AlCl3
  2. HBr dan KBr
  3. NH3 dan (NH4)2SO4
  4. HCN dan Fe(CN)2
  5. H3PO4 dan Na3PO4
Campuran yang jika dilarutkan dalam air menghasilkan larutan penyangga adalah....


Sebenarnya pada soal tersebut ada pilihan yang dipasangkan antara nomor  yang satu dengan nomor lain. Dalam bahasan di sini sengaja tidak dicantumkan agar bisa memberi ruang terbuka dalam memberi kesimpulan.

Dari banyak rekan rukim yang menanggapi, jawabannya dapat dikelompokkan  sebagai berikut:
Yang paling banyak adalah memilih pasangan: (3 dan 5);  (1, 3, dan 5);  (3 dan 4);  (1 dan 3) ;  (3 saja).

Berikut ini ulasan saya dengan cara menganalisis berdasarkan beberapa data hasil eksperimen yang tersedia.
Larutan penyangga biasanya adalah larutan yang di dalamnya terdapat asam lemah atau basa lemah dengan pasangan konjugatnya. Pasangan konjugat ini biasanya selisih atom H antara asam/basa lemah dengan konjugatnya tidak lebih sari 1 H. Mengapa bisa seperti itu? Namanya larutan penyangga tentu perubahan pH tidak boleh besar ketika diencerkan atau ditambahkan sedikit asam/basa.
  1. Al(OH)3 dan AlCl3.
    Pasangan ini apakah pasangan basa lemah dengan asam konjugasinya?
    Al(OH)3 ini masuk golongan basa lemah andai ia dapat terurai maka peruraian pertama yang terjadi Al(OH)3 → Al(OH)2+ + OH–. Andai Al(OH)3 akan direaksikan dengan HCl maka yang terjadi tidak langsung membentuk sistem buffer Al(OH)3 dan AlCl3 tetapi akan membentuk  sistem buffer Al(OH)3 dan Al(OH)2Cl. Kesimpulan pasangan nomor 1 ini bukanlah pasangan yang dapat membentuk larutan penyangga.
  2. HBr dan KBr.
    Pasangan ini tidak mungkin membentuk larutan penyangga. HBr bukanlah asam lemah, tetapu asam kuat. Ini tidak memenuhi syarat terbentuknya larutan penyangga, syarat yang memungkinkan terbentuknya larutan penyangga adalah asam/basa lemah dengan konjugasinya.
  3. NH3 dan (NH4)2SO4.
    Pasangan ini membentuk larutan penyangga. NH3 basa lemah yang akan bereaksi membentuk konjugat NH4+. Jika NH3 berlebih bereaksi dengan H2SO4 (asam kuat akan terurai sempurna H2SO4 → 2H+ + SO4– ) akan membentuk sistem buffer NH3 dan (NH4)2SO4. Ini memenuhi syarat terbentuknya larutan penyangga.
  4. HCN dan Fe(CN)2.
    HCN memang merupakan jenis asam lemah yang mampu membentuk konjugat CN–. Sementara itu Fe(CN)2 anggap saja berasal dari Fe(OH)2. Fe(OH)2 apakah termasuk jenis basa lemah atau basa kuat. Ya, ia termasuk basa lemah. Apakah kombinasi asam lemah dengan basa lemah dapat membentuk larutan penyangga. Sependek pengetahuan penulis itu tidak bisa membentuk penyangga. Andai dipaksa maka mestinya garam yang terbentuk akan berupa Fe(OH)CN, bukan Fe(CN)2. Jadi pasangan ini jika dilarutkan dalam air tidak dapat membentuk larutan penyangga.
  5. H3PO4 dan Na3PO4.
    Pasangan ini apakah pasangan asam lemah dengan basa konjugasinya? H3PO4 ini masuk golongan asam lemah andai ia dapat terurai maka peruraian pertama yang terjadi H3PO4 → H2PO4+ + H+. Andai H3PO4 akan direaksikan dengan NaOH maka yang terjadi tidak langsung membentuk sistem buffer H3PO4 dan Na3PO4 tetapi akan membentuk  sistem buffer H3PO4 dan NaH2PO4. Kesimpulan pasangan nomor  5 ini jika dilarutkan dalam air  bukanlah larutan penyangga. 
Secara singkat sistem penyangga hanya akan terbentuk bila selisih atom H yang dimiliki oleh konjugat (garam) dengan asam/basa lemah itu sebanyak 1 H. Jadi mana yang benar, silakan simpulkan sendiri :D . Dengan senang hati menerima koreksi bila ada hal yang dirasa kurang tepat. Terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

meCKZINK

Memuat...

Arsip Blog

Topik

asam dan basa buffer hidrokarbon kesetimbangan kimia kimia kimia unsur laju reaksi makromolekul polimer reaksi redoks sel elektrokimia senyawa karbon soal OSN soal osp soal un termokimia unsur radioaktif

Popular Posts

  • Cara Mengidentifikasi Jenis Gaya Antarmolekul (Antarpartikel)
    Tulisan ini akan menjelaskan prosedur menentukan jenis interaksi antarpartikel dari spesi-spesi yang ada. Prosedur untuk dapat mengidentifik...
  • Dari Mana Asal Angka 10 Rumus Konversi Molaritas itu?
    Beberapa buku kimia terdapat rumus konversi satuan konsentrasi larutan dari kadar (a%), massa jenis (ρ, dibaca rho), dan data massa molar za...
  • Memahami Grafik tentang Laju Reaksi Dan Variasi Soal
    Laju reaksi pada beberapa kesempatan dijelaskan dengan menggunakan grafik atau diagram atau kurva dengan berbagi pasangan variabel. Untuk ca...
  • Golongan Alkali atau Golongan IA
    Unsur-unsur pada golongan IA dalam tabel periodik dikenal juga dengan nama unsur alkali , karena semua anggotanya bereaksi dengan air memb...
  • Grafik Orde Reaksi
    Grafik Berdasarkan Orde Reaksi . Beberapa grafik orde reaksi yang umum terdapat dalam persamaan reaksi kimia beserta maknanya sebagai berik...
  • Penurunan Rumus pH pada Hidrolisis Garam
    Pada artikel Penurunan Rumus pH pada Hidrolisis Garam ini kita akan menurunkan rumus-rumus yang telah digunakan sebelumnya. Kita akan men...
  • Kegunaan Polimer Sintetis dalam Kehidupan
    Kegunaan Polimer Sintetis dalam Kehidupan . Salah satu contoh polimer sintetis adalah plastik. Plastik merupakan polimer yang dapat dicetak...

Navigasi

  • Home
  • disclaimer
  • sitemap
Ehcrodeh. Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © KMA. Template by : Petunjuk Onlene