× Home Daftar Isi Disclaimer Tentang Blog
Menu

Serba Ada

Serba Serbi

Penggolongan Larutan Berdasarkan Daya Hantar Listrik

Materi: larutan
Larutan merupakan campuran homogen antara zat terlarut (solute) dan zat pelarut (solvent). Zat terlarut umumnya jumlahnya lebih sedikit daripada zat pelarut. Contoh larutan gula, larutan garam dapur, larutan alkohol, dan lain sebagainya. Larutan umumnya berfase cair (liquid = l) dengan pelarut air, tetapi ada juga larutan yang berfase padat (solid = s) seperti kuningan, stainless steel, dan lain-lain, ataupun gas (g) seperti udara. Pada artikel ini kita akan membahas materi Penggolongan Larutan Berdasarkan Daya Hantar Listrik.

         Berdasarkan daya hantar listriknya larutan dibedakan menjadi 2, yaitu: larutan elektrolit dan non-elektrolit. Larutan elektrolit adalah suatu zat yang ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Sedangkan nonelektrolit tidak menghantarkan arus listrik ketika dilarutkan ke dalam air. Senyawa ionik dan kovalen polar biasanya bersifat elektrolit. Contohnya asam, basa, dan garam. Senyawa kovalen nonpolar biasanya nonelektrolit.

         Molekul air bermuatan netral tetapi mempunyai ujung positif (atom H) dan ujung negatif (ujung O) sehingga sangat efektif melarutkan senyawa ionik atau senyawa kovalen polar. Molekul-molekul air menstabilkan ion-ion dalam larutan dengan mengelilingi ion-ion tersebut, sehingga kation tidak bergabung kembali dengan anion. Proses di mana sebuah ion dikelilingi oleh molekul-molekul air yang tersusun dalam keadaan tertentu disebut hidrasi.

Contoh: Padatan NaCl akan terionisasi menghasilkan Na$^+$ dan Cl$^-$ saat dilarutkan dalam air. Ion Na$^+$ akan tertarik ke elektrode negatif dan ion Cl$^-$ tertarik ke elektrode positif sehingga menghasilkan arus listrik yang setara dengan aliran elektron sepanjang kawat penghantar (kabel).
Untuk memudahkan pemahaman coba amati data pada tabel berikut:
Dari data di atas tampak bahwa:
1. Arus listrik yang melalui larutan asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur dapat menyebabkan lampu menyala terang dan timbul gas di sekitar elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa larutan asam sulfat, natrium hidroksida, dan garam dapur memiliki daya hantar listrik yang baik.

2. Arus listrik yang melalui larutan asam cuka dan amonium hidroksida menyebabkan lampu tidak menyala, tetapi pada elektrode timbul gas. Hal ini menunjukkan bahwa larutan asam cuka dan amonium hidroksida memiliki daya hantar listrik yang lemah.

3. Arus listrik yang melalui larutan gula dan larutan urea tidak mampu menyalakan lampu dan juga tidak timbul gas pada elektrode. Hal ini menunjukkan bahwa larutan gula dan larutan urea tidak dapat menghantarkan listrik.

       Demikian pembahasan materi Penggolongan Larutan Berdasarkan Daya Hantar Listrik .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

meCKZINK

Memuat...

Arsip Blog

Topik

asam dan basa buffer hidrokarbon kesetimbangan kimia kimia kimia unsur laju reaksi makromolekul polimer reaksi redoks sel elektrokimia senyawa karbon soal OSN soal osp soal un termokimia unsur radioaktif

Popular Posts

  • Sifat-sifat dan Pembuatan Alkena
    Sifat-sifat dan Pembuatan Alkena . Sifat-sifat alkena dibagi menjadi dua yaitu sifat fisis dan sifat kimia. Berikut langsung saja pembahas...
  • Tata Nama Senyawa Alkena
    Tatanama Senyawa Alkena . Alkena adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yang memiliki satu ikatan rangkap (C = C). Senyawa yang mempunyai d...
  • Rumus Kelarutan Zat dalam Larutan yang Mengandung Ion Senama
    Kelarutan suatu zat yang sukar larut dalam air akan menurun jika dicampur dengan larutan yang di dalamnya mengandung ion senama ( common ion...
  • Contoh Soal Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi
    Contoh Soal Tata Nama Senyawa dan Persamaan Reaksi . Teori saja tidaklah cukup, sehingga harus dibarengi langsung dengan latihan soal-soaln...
  • Soal Teori dan Eksperimen OGN Kimia Final 2016
    Soal Teori Unduh dari sini Soal Eksperimen Unduh dari sini 
  • Hipotesis Louis de Broglie
    Hipotesis Louis de Broglie  . Pada tahun 1924, Louis de Broglie , menjelaskan bahwa cahaya dapat berada dalam suasana tertentu yang terdiri...
  • Menentukan Entalpi Reaksi Menurut Hukum Hess
    Penentuan Entalpi Reaksi Menurut Hukum Hess . Pada perhitungan entalpi yang telah dilakukan sebelumnya, entalpi dapat ditentukan dengan men...

Navigasi

  • Home
  • disclaimer
  • sitemap
Ehcrodeh. Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © KMA. Template by : Petunjuk Onlene