× Home Daftar Isi Disclaimer Tentang Blog
Menu

Serba Ada

Serba Serbi

Kapasitas Buffer (Pengayaan untuk Kimia SMA)

Materi: kimia
Kapasitas buffer (𝛽) dapat didefinisikan sebagai jumlah asam kuat atau basa kuat yang ditambahkan ke dalam 1 liter larutan penyangga yang menyebabkan perubahan pH sebesar 1 satuan:

$\beta = \dfrac{\Delta c_b}{\Delta pH}=-\dfrac{\Delta c_a}{\Delta pH}$


atau dapat menyesuaikan dengan data yang diketahui dihitung dengan menggunakan persamaan Van Slyke:

$\beta = 2,303 \times \dfrac{(c_a + c_b).K_a.[H^+]}{(K_a + [H^+])^2}$
Keterangan:
$c_a$ = konsentrasi asam lemah pada sistem buffer
$c_b$ = konsentrasi garam (basa konjugasi) pada sistem buffer
$K_a$ = konstanta ionisasi asam
$[H^+]$ = konsentrasi H+ pada sistem buffer


Kapasitas buffer tergantung pada jumlah zat dari asam/basa lemah dan basa/asam konjugasinya dalam larutan buffer. Semakin besar jumlah asam lemah/basa lemah dan semakin besar jumlah konjugasinya maka kapasitas buffer akan semakin besar. Mengapa demikian? Perhatikan persamaan Henderson-Hasselbalch yang dimodifikasi dan dikaitkan penambahan konsentrasi basa dengan perubahan pH rentang ±1 dari pH buffer asam:

$pH = pK_a +\log(\dfrac{c_b+[OH^-]}{c_a-[OH^-]})$

Semakin besar $c_a$ dan $c_b$ otomatis perubahan akibat penambahan sedikit basa atau asam menjadi tidak signifikan. Bandingkan bila $c_a$ dan $c_b$ kecil maka penambahan sedikit basa atau asam akan mengubah pH buffer cukup signifikan. Oleh karena itu jumlah $c_a$ dan $c_b$ akan mempengaruhi kapasitas buffer (𝛽) itu sendiri.
Contoh dalam bentuk angka:
Pada larutan buffer pH = pKa untuk perbandingan garam dengan asam 1 : 1.
Pada larutan buffer tersebut jumlah $c_a$ dan $c_b$ masing-masing 0,1 M akan ditambahkan suatu basa kuat bervalensi 1 dengan konsentrasi 0,01 M.
Pada larutan buffer yang sama namun jumlah $c_a$ dan $c_b$ masing-masing 0,02 M akan ditambahkan suatu basa kuat bervalensi 1 dengan konsentrasi 0,01 M.

Pada larutan buffer dengan $c_a$ = 0,1 M dan $c_b$ = 0,1 M yang ditambahkan basa kuat dengan konsentrasi 0,01 M maka:
$pH = pK_a + log(\dfrac{0,1+0,01}{0,1-0,01})$
$pH = pK_a + log(\dfrac{0,11}{0,09})$
$pH = pK_a + log(1,22)$
$pH = pK_a + 0,087$

Pada larutan buffer dengan  $c_a$ = 0,02 M dan $c_b$ = 0,02 M akan ditambahkan basa kuat dengan konsentrasi 0,01 M maka:
$pH = pK_a + log(\dfrac{0,02+0,01}{0,02-0,01})$
$pH = pK_a + log(\dfrac{0,03}{0,01})$
$pH = pK_a + log(3)$
$pH = pK_a + 0,477$

Dari 2 contoh tampak bahwa larutan buffer dengan $c_a$ = 0,1 M dan $c_b$ = 0,1 M perubahan pH hanya 0,087 saja sedangkan untuk larutan buffer dengan $c_a$ = 0,02 M dan $c_b$ = 0,02 M perubahan pH sebesar 0,477.

Jadi kemampuan mempertahankan pH lebih baik bila $c_a$ = 0,1 M dan $c_b$ = 0,1 M, karena perubahan pH lebih kecil, artinya kapasitas buffer sistem buffer tersebut lebih besar. Larutan buffer akan memiliki kapasitas buffer lebih besar bila ia mampu mempertahankan pH-nya atau hanya sedikit mengalami perubahan pH walau ditambahkan larutan asam/basa kuat.

Karena buffer yang optimum bila perbandingan jumlah asam-basa konjugasinya adalah 1 : 1 (ekuimolar) maka:

$pH = pK_a +\log(\dfrac{c_b+\beta}{c_a-\beta})$

$1=\log(\dfrac{c_b+\beta}{c_a-\beta})$

sehingga

$\beta=\dfrac{10c_a-c_b}{11}.$



Soal #1:
Hitung kapasitas buffer larutan yang mengandung 0,01 M asam asetat dan 0,01 M ion asetat. Diketahui pKa asam asetat = 4,76.

Perhitungan kapasitas buffer (𝛽) akan digunakan persamaan Van Slyke:
$\beta = 2,303 \times \dfrac{(c_a + c_b).K_a.[H^+]}{(K_a + [H^+])^2}$

Sebelum menghitung kapasitas buffer dihitung lebih dahulu pH larutan buffer awal.

pH = pKa + log ($c_b$/$c_a$)
pH = 4,76 + log (0,01/0,01)
pH = 4,76 + log (1)
pH = 4,76 + 0
pH = 4,76
[H+] = 10–pH = 10–4,76 = 1,74 × 10–5 M

$\beta = 2,303 \times \dfrac{(0,01 + 0,01).(1,74 \times 10^{-5}).(1,74 \times 10^{-5})}{(1,74 \times 10^{-5} + 1,74 \times 10^{-5})^2}$
$\beta = 0,0115$


Soal #2:
Hitung (a) kapasitas buffer dan (b) perubahan pH akibat penambahan 0,005 mol OH– dalam 1 liter buffer asam asetat dengan masing-masing komponen 0,01 M!  Diketahui pKa asam asetat = 4,76.
Catatan:  Larutan penyangga dikatakan baik bila dapat mempertahankan pHnya bila ∆pH = 1,00.

Perhitungan kapasitas buffer
Kapasitas buffer adalah jumlah asam/basa kuat monoprotik yang harus ditambahkan ke dalam 1 L larutan buffer sehingga terjadi perubahan 1 satuan pH. Penambahan OH– ke dalam larutan buffer ini akan mengurangi jumlah HC2H3O2 dan meningkatkan jumlah ion asetat.
Reaksi HC2H3O2 + OH- ⇌ H2O  + C2H3O2-
Awal (mol) 0,01 x - 0,01
Bereaksi -x -x - +x
Kesetimbangan 0,01 - x 0 - 0,01+x

pH akan bertambah menjadi 5,76 (karena akan terjadi perubahan 1 satuan pH dari nilai pH = pKa = 4,76) sebagai hitungan berikut:
Untuk pH larutan buffer sebelum penambahan
\begin{align}
pH &= pKa + log (\dfrac{[A^-]}{[HA]})\\
pH &= 4,76 + log (\dfrac{0,1}{0,1})\\
&= 4,76 + log~1\\
&= 4,76 + 0\\
&= 4,76\end{align}
Perhitungan kapasitas buffer:
\begin{align}
pH &= pKa + log (\dfrac{[C_2H_3O_2^-]}{[HC_2H_3O_2]})\\
5,76 &= 4,76 + log( \dfrac{0,01 + x}{0,01 – x})\\
5,76 – 4,76 &= log (\dfrac{0,01 + x}{0,01 – x})\\
1 &= log (\dfrac{0,01 + x}{0,01 – x})\\
\dfrac{0,01 + x}{0,01 – x} &= 10^1\\
\dfrac{0,01 + x}{0,01 – x} &= 10\\
0,01 + x &= 10(0,01 – x)\\
0,01 + x &= 0,1 – 10x\\
11x &= 0,1 – 0,01\\
11x &= 0,09\\
x &= 0,09/11 = 0,008\end{align}
Nilai x ini boleh dianggap sebagai representasi kapasitas buffer, jadi kapasitas buffer larutan tersebut adalah 0,008 mol.

Perhitungan perubahan pH akibat penambahan basa sebanyak 0,005 mol OH-
Reaksi HC2H3O2 + OH- ⇌ H2O  + C2H3O2-
Awal (mol) 0,01 0,005 - 0,01
Bereaksi -0,005 -0,005 - +0,005
Kesetimbangan 0,005 0 - 0,015
\begin{align}
pH &= pKa + log (\dfrac{[C_2H_3O_2^-]}{[HC_2H_3O_2]})\\
pH &= 4,76 + log (\dfrac{0,015}{0,005})\\
&= 4,76 + log~3\\
&= 4,76 + 0,48\\
&= 5,24\end{align}
Jadi:
∆pH = pH sebelum penambahan basa – pH setelah penambahan basa
∆pH = 5,24 – 4,76
∆pH = 0,48


Soal #3:
Hitung pH dan kapasitas buffer dari larutan buffer yang dibuat dengan campuran 100 mL NaOH 0,10 M dan 135 mL HC2H3O2 0,30 M. pKa HC2H3O2 = 4,74. Hitung perubahan pH ketika 0,001 M HCl ditambahkan ke dalam campuran tadi.

Penyelesaian Soal #3:

Perhitungan pH larutan buffer:
Ketika dua larutan dicampur, konsentrasi aktual NaOH dan HC2H3O2 dalam (100+135) mL akan menjadi:
Konsentrasi aktual NaOH =$\dfrac{0,10~M \times 100~mL} {(100+135)~mL}$ = 0,043 M

Konsentrasi aktual HC2H3O2 = $\dfrac{0,30~M \times 135~mL} {(100+135)~mL}$ = 0,172 M
Reaksi NaOH + HC2H3O2 ⇌ NaC2H3O2 + H2O
Awal 0,043 M 0,172 M - -
Bereaksi -0,043 M -0,043 M +0,043 M -
Kesetimbangan 0 0,129 M 0,043 M -

Karena 0,043 M NaOH akan terionisasi sempurna, habis bereaksi dan 0,129 M HC2H3O2 akan tersisa dalam larutan tersebut. Hal ini akan menghasilkan larutan buffer. pH larutan buffer dapat dihitung dengan persamaan Henderson-Hasselbalch:

pH buffer = pKa HC2H3O2 + log (g/a)
pH buffer = 4,74 + log (0,043/0,129)
pH buffer = 4,26

Perhitungan untuk menentukan kapasitas buffer (𝛽) dengan menggunakan persamaan Van Slyke:

$\beta = 2,303 \times \dfrac{(c_a + c_b).K_a.[H^+]}{(K_a + [H^+])^2}$

$\beta = 2,303 \times \dfrac{(0,129 + 0,043).10^{-4,74}.10^{-4,26}}{(10^{-4,74}+ 10^{-4,26})^2}$

$\beta = 0,0636 M$

Perubahan pH yang terjadi akibat penambahan 0,001 M HCl (sebagai Ξ”ca) dapat dihitung dari rumus
$\beta =\dfrac{\Delta c_a}{\Delta pH} → \Delta pH =\dfrac{\Delta c_a}{\beta}$

$→ \Delta pH =\dfrac{0,001}{0,0636}=0,016$


Mohon dikoreksi blal ada hal yang kurang tepat, terima kasih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

meCKZINK

Memuat...

Arsip Blog

Topik

asam dan basa buffer hidrokarbon kesetimbangan kimia kimia kimia unsur laju reaksi makromolekul polimer reaksi redoks sel elektrokimia senyawa karbon soal OSN soal osp soal un termokimia unsur radioaktif

Popular Posts

  • Proses Pembentukan Minyak Bumi
    Minyak bumi berasal dari sisa-sisa fosil hewan yang telah melapuk di dasar bumi selama jutaan tahun. Minyak bumi disebut juga sebagai baha...
  • Sifat Sifat Senyawa Benzena
    1. Sifat fisik senyawa benzena Benzena mempunyai titik didih dan titik leleh yang khas, perhatikan tabel titik didih dan titik leleh beber...
  • Cara Mengidentifikasi Jenis Gaya Antarmolekul (Antarpartikel)
    Tulisan ini akan menjelaskan prosedur menentukan jenis interaksi antarpartikel dari spesi-spesi yang ada. Prosedur untuk dapat mengidentifik...
  • Kegunaan Hidrokarbon dalam Bidang Pangan
    Bahan makanan merupakan keperluan hidup manusia di bidang pangan. Senyawa-senyawa yang terkandung di dalam bahan makanan masing-masing memp...
  • Tatanama Senyawa Benzena
    Tatanama Senyawa Benzena . Untuk memudahkan penamaan senyawa benzena , maka senyawa ini dibagi menjadi tiga kelas yaitu Benzena monosubtitu...
  • Struktur Senyawa Benzena
    Struktur Senyawa Benzena . Hasil analisis di laboratorium terhadap senyawa C$_6$H$_6$ memberikan data sebagai berikut:    Dari data ter...
  • Sifat Sifat Lemak
    sifat-sifat lemak . Lemak memiliki sifat-sifat antara lain seperti berikut. a. Lemak merupakan bahan padat  pada suhu kamar di antaranya ...

Navigasi

  • Home
  • disclaimer
  • sitemap
Ehcrodeh. Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © KMA. Template by : Petunjuk Onlene