× Home Daftar Isi Disclaimer Tentang Blog
Menu

Serba Ada

Serba Serbi

Menentukan Orbital Hibrida dengan ½(V+X–K+A)

Materi: kimia
Cara ini berbeda dengan metode sebelumnya. Pada metode sebelumnya (Menentukan Hibrida) yang pernah ditulis di blog ini adalah dengan menghitung semua elektron valensi atom pada molekul atau ion yang terlibat dalam pembentukan ikatan. Cara menentukan orbital hibrida dengan rumus ½(V+X–K+A) ini hanya dengan menentukan jumlah elektron valensi atom pusat berikut jumlah atom monovalen yang terikat ke atom pusat, serta muatannya bila ada.


Berikut ini beberapa istilah yang digunakan dalam rumus menentukan orbital hibrida:
  • Atom pusat, atom yang berada pada pusat struktur molekul atau ion. Secara kasatmata, biasa jumlah atomnya hanya satu (atau lebih sedikit dibanding atom lain). Atom pusat biasanya memiliki keelektronegatifan lebih kecil dibanding atom yang ada di sekitarnya (ini tidak kasat mata). H tidak pernah berperan sebagai atau pusat meskipun jumlah tidak termasuk atom H.
  • Elektron valensi atom pusat (V), jumlah elektron pada kulit terluar, biasa sama dengan golongan pada unsur-unsur golongan utama.
  • Atom monovalen (X), atom yang hanya menggunakan 1 elektronnya untuk berikatan kovalen. Contoh atom monovalen, H, F, Cl, Br, I.
  • Muatan kation (K), jumlah muatan positif suatu spesi.
  • Muatan anion (A), jumlah muatan negatif suatu spesi.

Jumlah orbital hibrida = ½ × (elektron valensi atom pusat + jumlah atom monovalen sekitar – muatan kation + muatan anion)


Jumlah orbital hibrida = ½ × (V + X – K + A)


PEB = jumlah orbital hibrida – jumlah atom sekitar

Ketentuan yang berlaku:
2 orbital, (1 orbital s + 1 orbital p) = orbital hibridanya sp
3 orbital, (1 orbital s + 2 orbital p) = orbital hibridanya sp2,
4 orbital, (1 orbital s + 3 orbital p) = orbital hibridanya sp3,
5 orbital, (1 orbital s + 3 orbital p + 1 orbital d) = orbital hibridanya sp3d,
6 orbital, (1 orbital s + 3 orbital p + 2 orbital d) = orbital hibridanya sp3d2,
7 orbital, (1 orbital s + 3 orbital p + 3 orbital d) = orbital hibridanya sp3d3.

Berikut contoh penerapan rumus:

NO3–, O bukanlah atom monovalen.
Jumlah orbital hibrida = ½ × (V + X – K + A)
Jumlah orbital hibrida = ½ × (5 + 0 – 0 + 1) = 3 → sp2
PEB = 3 – 3 = 0

H2O, atom pusat O dengan 6 elektron valensi, H adalah atom monovalen, tanpa muatan
Jumlah orbital hibrida = ½ × (V + X – K + A)
Jumlah orbital hibrida = ½ (6 + 2 – 0 + 0) = 4 → sp3
PEB = 4 – 2 = 2

SO2, atom pusat S dengan 6 elektron valensi, O adalah bukan atom monovalen, tanpa muatan
Jumlah orbital hibrida = ½ × (V + X – K + A)
Jumlah orbital hibrida = ½ (6 + 0 – 0 + 0) = 3 → sp2
PEB = 3 – 2 = 1

SO3, atom pusat S dengan 6 elektron valensi, O adalah bukan atom monovalen, tanpa muatan
Jumlah orbital hibrida = ½ × (V + X – K + A)
Jumlah orbital hibrida = ½ × (6 + 0 – 0 + 0) = 3 → sp2
PEB = 3 – 3 = 0

CO32–, atom pusat C dengan 4 elektron valensi, O adalah bukan atom monovalen, jumlah muatan negatif 2
Jumlah orbital hibrida = ½ × (V + X – K + A)
Jumlah orbital hibrida = ½ × (4 + 0 – 0 + 2) = 3 → sp2
PEB = 3 – 3 = 0

XeO4, atom pusat Xe dengan 8 elektron valensi, O adalah bukan atom monovalen, tanpa muatan
Jumlah orbital hibrida = ½ × (V + X – K + A)
Jumlah orbital hibrida = ½ × (8 + 0 – 0 + 0) = 4 → sp3
PEB = 4 – 4 = 0

XeO2F2, atom pusat Xe dengan 8 elektron valensi, O adalah bukan atom monovalen, F adalah atom monovalen, tanpa muatan.
Jumlah orbital hibrida = ½ × (V + X – K + A)
Jumlah orbital hibrida = ½ × (8 + 2 – 0 + 0) = 5 → sp3d
PEB = 5 – 4 = 1

XeOF4, atom pusat Xe dengan 8 elektron valensi, O adalah bukan atom monovalen, F adalah atom monovalen, tanpa muatan.
Jumlah orbital hibrida = ½ × (V + X – K + A)
Jumlah orbital hibrida = ½ × (8 + 4 – 0 + 0) = 6 → sp3d2
PEB = 6 – 5 = 1

Bagaimana dengan H2O2
Karena ada 2 atom O sebagai atom pusat dengan posisi kembar berlawanan, maka salah satu O dipandang sebagai atom pusat dan 1 atom O lain berperan sebagai atom sekitar yang monovalen, O ini memang hanya menggunakan 1 elektron yang digunakan berikatan kovalen dengan O atom pusat.
Jumlah orbital hibrida = ½ × (V + X – K + A)
Jumlah orbital hibrida = ½ × (6 + 2 – 0 + 0) = 4 → sp3
PEB = 4 – 2 = 2Bagaimana dengan molekul atau spesi yang total elektron valensinya ganjil atau yang jumlah orbitalnya menghasilkan suatu bilangan pecahan? Ini akan dibahas pada tulisan berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

meCKZINK

Memuat...

Arsip Blog

Topik

asam dan basa buffer hidrokarbon kesetimbangan kimia kimia kimia unsur laju reaksi makromolekul polimer reaksi redoks sel elektrokimia senyawa karbon soal OSN soal osp soal un termokimia unsur radioaktif

Popular Posts

  • Hasil Kali Kelarutan (Ksp)
    Hasil Kali Kelarutan (Ksp) . Senyawa ion yang terlarut dalam air akan terurai menjadi ion positif dan ion negatif. Jika dalam larutan jenuh...
  • Hubungan Ksp, Kf, dan K pada Reaksi Pembentukan Ion Kompleks
    Tulisan ini terinspirasi ketika saya menyelesaikan pembahasan soal KSM Kimia tingkat provinsi tahun 2013. Ada soal menarik yang tentu saja d...
  • Menentukan Entalpi Reaksi Berdasarkan Entalpi Pembentukan
    Penentuan Entalpi Reaksi Berdasarkan Entalpi Pembentukan . Perhitungan $\Delta$H reaksi juga dapat dilakukan dengan cara menggunakan data da...
  • Pembahasan Soal tentang Hubungan Ksp, Kf, dan K pada Pembentukan Ion Kompleks
    Soal: Dalam fotografi, padatan AgBr yang tersisa dilarutkan dalam larutan Na 2 S 2 O 3 . Ion Ag + bereaksi dengan ion S 2 O 3 membentuk se...
  • Alternatif Cara dan Langkah Menyetarakan Reaksi Redoks
    Sejak dahulu pokok bahasan reaksi redoks khususnya tentang menyetarakan zat-zat dalam reaksi redoks menjadi hal yang sulit bagi kebanyakan s...
  • Menggambar Struktur Polimer dengan Chemsketch
    Bahasan tentang polimer pada materi kimia kelas 12 diperlukan kemampuan membuat gambar polimer bagi guru ketika hendak membuat soal atau bah...
  • Dilema dalam Tata Nama Eter
    Bahan tambahan pada bahan bakar jenis pertamax adalah MTBE (metil tertier butil eter) dengan struktur molekul seperti pada gambar berikut. M...

Navigasi

  • Home
  • disclaimer
  • sitemap
Ehcrodeh. Diberdayakan oleh Blogger.
Copyright © KMA. Template by : Petunjuk Onlene