× Home Daftar Isi Disclaimer Tentang Blog
Menu

Serba Ada

Serba Serbi

Menyetaraan Reaksi Redoks dengan Metode Aljabar Sederhana

Materi: kimia
Penyetaraan reaksi redoks menggunakan metode aljabar sederhana ini sangat matematis. Metode ini dapat dijadikan alternatif dalam penyetaraan reaksi redoks selain menggunakan metode yang ada selama ini. Dengan metode perubahan bilangan oksidasi dan metode setengah reaksi biasa siswa banyak yang mengalami kesulitan. Tawaran metode aljabar sederhana ini bertujuan agar siswa dapat memilih cara yang dirasa lebih mudah. Metode ini selanjutnya diberi nama metode "MAS". Metode ini sangat cocok digunakan apabila persamaan reaksi redoks tersaji dalam bentuk ion-ion. Meski demikian jika terdapat persamaan reaksi redoks bentuk lengkap (tanpa dimunculkan ion) tetap dapat digunakan namun penyelesaiannya sampai pada tahap tinjau jumlah atom-atomnya saja kemudian dicari penyelesaiannya seperti paparan tulisan saya sebelumnya.

Kelebihan dari metode MAS ini TIDAK PERLU menghitung bilangan oksidasi, TIDAK PERLU pula meng-ion-kan zat-zat dalam persamaan reaksi redoks. Kekurangannya adalah metode ini sangat matematis oleh karena itu diperlukan ketelitian dalam berhitung meskipun hitungannya relatif sederhana.

Tahap penyetaraan reaksi redoks menggunakan metode aljabar sederhana:
  1. Penambahan ion H+ dan OH–;
  2. Pemberian huruf koefisien;
  3. Tinjau muatan;
  4. Substitusi angka penyelesaian huruf koefisien;
  5. Penyesuaian suasana reaksi.
Berikut ini contoh penerapan penyetaraan reaksi redoks yang melibatkan sejumlah muatan dengan penyelesaian setahap demi setahap. Kalau diselesaikan langsung tentu akan jauh lebih ringkas:

#1 ➤ MnO + PbO2 ➡ MnO4– + Pb2+ (suasana asam)

1-1. Penambahan ion H+ dan OH–
Tambahkan spesi OH– salah satu ruas dan H+ pada ruas yang lain. Abaikan molekul H2O jika terdapat dalam persamaan reaksi.

MnO + PbO2 + OH– ➡ MnO4– + Pb2+ + H+

1-2. Pemberian huruf koefisien
Beri huruf koefisien, mulai dari salah satu atom yang muncul sekali di ruas kiri dan ruas kanan. Jika dijumpai atom dengan jumlah atom lebih banyak maka ia mendapat prioritas mendapat huruf koefisien, misalnya a sedangkan yang lebih sedikit menjadi 2a, 3a, 4a dan seterusnya sesuai jumlah atom yang mendapat prioritas.
Untuk huruf koefisien usahakan hanya menggunakan 2 macam huruf, misal a dan b.
Gunakan persamaan untuk spesi lainnya.
Biasanya dalam satu ruas terdapat 2 huruf koefisien yang beda, kecuali pada reaksi disproporsionasi atau reaksi komproporsionasi)

Mn ⇒ aMnO + PbO2 + OH– ➡ aMnO4– + Pb2+ + H+
Pb ⇒ aMnO + bPbO2 + OH–➡ aMnO4– + bPb2+ + H+
O ⇒ aMnO + bPbO2 + (4a–1a–2b)OH–➡ aMnO4– + bPb2+ + H+
H ⇒ aMnO + bPbO2 + (3a–2b)OH–➡ aMnO4– + bPb2+ + (3a–2b)H+

1-3. Tinjau muatan:
Muatan ruas kiri = Muatan ruas kanan (di langkah ini buat persamaan jumlah muatan antara ruas kiri dan jumlah muatan ruas kanan, ingat hanya muatan + dan – saja).
⇒ –(3a–2b) = –1a + 2b + (3a – 2b)
⇒ –3a+2b=–1a+2b+3a–2b
⇒ 2b = 5a
b = 5 dan a = 2

1-4. Substitusi angka penyelesaian huruf koefisien
Jika hasil substitusi berupa bilangan negatif tukarkan posisi ruas kiri dan kanannya.
aMnO + bPbO2 + (3a–2b) OH– ➡ aMnO4– + bPb2+ + (3a–2b)H+
2MnO + 5PbO2 + (6–10) OH– ➡ 2MnO4– + 5Pb2+ + (6–10)H+
2MnO + 5PbO2 + (–4) OH– ➡ 2MnO4– + 5Pb2+ + (–4)H+
2MnO + 5PbO2 + 4H+ ➡ 2MnO4– + 5Pb2+ + 4 OH–

1-5. Penyesuaian suasana reaksi:
  • Jika reaksi berlangsung dalam suasana asam netralkan OH– yang muncul dengan menambahkan H+ sejumlah OH– itu pada kedua ruas persamaan, selanjutnya ubah H+ dan OH– yang seruas ini menjadi molekul air.
  • Jika reaksi berlangsung dalam suasana basa netralkan H+ yang muncul dengan menambahkan OH–sejumlah H+ itu pada kedua ruas persamaan, selanjutnya ubah H+ dan OH– yang seruas ini menjadi molekul air.
2MnO + 5PbO2 + 4H+ ➡ 2MnO4– + 5Pb2+ + 4OH–
2MnO + 5PbO2 + 4H+ + 4H+ ➡ 2MnO4– + 5Pb2+ + 4OH– + 4H+
2MnO + 5PbO2 + 8H+ ➡ 2MnO4– + 5Pb2+ + 4H2O

Untuk meyakinkan periksa apakah jumlah atom dan muatan ruas kiri dan kanan sudah setara.

#2 ➤ I– + SO42– ➡ H2S + I2 (suasana asam)

2-1. Penambahan ion H+ dan OH–
I– + SO42– + H+ ➡ H2S + I2 + OH–

2-2. Pemberian huruf koefisien
Tulis huruf koefisien pada unsur yang muncul sekali di ruas kiri dan kanan. Prioritas peletakan pertama huruf koefisien zat ada pada zat yang memiliki jumlah atom lebih banyak
Pemberian huruf koefisien berturut-turut atom I, S, O, dan H

2-3. Tinjau muatan:
Jumlah muatan ruas kiri = jumlah muatan ruas kanan
⇒ –2a – 2b + 6b = –4b
⇒ –2a = –4b –4b
⇒ –2a = –8b
⇒ 2a = 8b
⇒ 1a = 4b
Jadi a=4 dan b=1

2-4. Substitusi angka penyelesaian huruf koefisien
2a I– + b SO42– + 6b H+ ➡ b H2S + a I2 + 4b OH–
2.4 I– + 1 SO42– + 6.1 H+ ➡ 1 H2S + 4 I2 + 4.1 OH–
8 I– + SO42– + 6 H+ ➡ H2S + 4 I2 + 4OH–
    2-5. Penyesuaian suasana reaksi (suasana asam):
    8 I– + SO42– + 6H+ ➡ H2S + 4 I2 + 4OH–
    8 I– + SO42– + 6H+ + 4H+ ➡ H2S + 4I2 + 4OH– + 4 H+
    8 I– + SO42– + 10H+ ➡ H2S + 4I2 +  H2O


    #3 ➤ MnO4– + C2O42– ➡ MnO2 + CO2 (suasana basa)
    3-1. Penambahan ion H+ dan OH–
    MnO4– + C2O42– + H+ ➡ MnO2 + CO2 + OH–

    3-2. Pemberian huruf koefisien
    aMnO4– + bC2O42– + 2aH+ ➡ aMnO2 + 2bCO2 + 2aOH–

    3-3. Tinjau muatan:
    Muatan ruas kiri = Muatan ruas kanan
    –a – 2b +2a = –2a
    3a = 2b ⟶ a = 2; dan b = 3

    3-4. Substitusi angka penyelesaian huruf koefisien
    aMnO4– + bC2O42– + 2aH+ ➡ aMnO2 + 2bCO2 + 2aOH–
    2MnO4– + 3C2O42– + 4H+ ➡ 2MnO2 + 6CO2 + 4OH–

    3-5. Penyesuaian suasana reaksi (suasana basa):
    2MnO4– + 3C2O42– + 4H+ + 4OH– ➡ 2MnO2 + 6CO2 + 4OH– + 4OH– (karena reaksi berlangsung dalam suasana basa maka netralkan H+ yang muncul dengan menambahkan OH- pada kedua ruas masing-masing sebanyak H+ yang muncul itu)
    2MnO4– + 3C2O42– + 4H2O ➡ 2MnO2 + 6CO2 + 8OH–


    #4 ➤ Cr(OH)3 + H2O2 ⟶ CrO42– + H2O (suasana basa)

    4-1. Penambahan ion H+ dan OH–

    Cr(OH)3 + H2O2 + OH– ➡ CrO42– + H+
    ----Ingat jika muncul H2O pada salah satu ruas boleh diabaikan saja, sebab nanti pada akhir penyetaraan akan muncul secara otomatis.

    4-2. Pemberian huruf koefisien
    Cr ⇒ aCr(OH)3 + H2O2 + OH– ➡ aCrO42– + H+
    O ⇒ aCr(OH)3 + bH2O2 + (4a–3a–2b)OH– ➡ aCrO42– + H+
    O ⇒ aCr(OH)3 + bH2O2 + (a–2b)OH– ➡ aCrO42– + H+
    H ⇒ aCr(OH)3 + bH2O2 + (a–2b)OH– ➡ aCrO42– + (3a+2b+a–2b)H+
    H ⇒ aCr(OH)3 + bH2O2 + (a–2b)OH– ➡ aCrO42– + (4a)H+

    4-3. Tinjau muatan:
    Muatan ruas kiri = Muatan ruas kanan
    –1a+2b = –2a + 4a
    ⇒ –1a + 2b = 2a
    ⇒ 2b = 3a
    ⇒ a = 2 dan b = 3

    4-4. Substitusi angka penyelesaian huruf koefisien
    aCr(OH)3 + bH2O2 + (a-2b)OH– ➡ aCrO42– + (4a)H+
    2Cr(OH)3 + 3H2O2 – 4OH– ➡ 2CrO42– + 8H+
    2Cr(OH)3 + 3H2O2 ➡ 2CrO42– + 8H+ + 4OH–
    2Cr(OH)3 + 3H2O2 ➡ 2CrO42– + 4H+ + 4H2O

    4-5. Penyesuaian suasana reaksi (suasana basa):
    2Cr(OH)3 + 3H2O2 ➡ 2CrO42– + 4H+ + 4H2O
    --- netralkan H+ yang muncul dengan menambahkan OH– sebanyak H+ itu pada kedua ruas
    2Cr(OH)3 + 3H2O2 + 4OH– ➡ 2CrO42– + 4H+ + 4H2O + 4OH–
    2Cr(OH)3 + 3H2O2 + 4OH– ➡ 2CrO42–+ 8H2O

    #5 ➤ Reaksi disproporsionasi MnO42– ➡ MnO2 + MnO4– (suasana asam)
    5-1. Penambahan ion H+ dan OH–
    MnO42– + H+ ➡ MnO2 + MnO4– + OH–

    5-2. Pemberian huruf koefisien
    Mn ⇒ (a+b)MnO42– + H+ ➡ aMnO2 + bMnO4– + OH–
    O ⇒ (a+b)MnO42– + H+ ➡ aMnO2 + bMnO4– + (4(a+b)-2a-4b)OH–
    O ⇒ (a+b)MnO42– + H+ ➡ aMnO2 + bMnO4– + (2a)OH–
    H ⇒ (a+b)MnO42– + 2aH+ ➡ aMnO2 + bMnO4– + (2a)OH–

    5-3. Tinjau muatan:
    Muatan ruas kiri = Muatan ruas kanan
    ⇒ –2a – 2b + 2a = –1b – 2a
    ⇒ –2a + 2a + 2a = 2b –1b
    ⇒ 2a = 1b
    Jadi a = 1 dan b = 2

    5-4. Substitusi angka penyelesaian huruf koefisien
    (a+b)MnO42– + 2aH+ ➡ aMnO2 + bMnO4– + (2a)OH–

    3MnO42– + 2H+ ➡ MnO2 + 2MnO4– + 2 OH–

    5-5. Penyesuaian suasana reaksi (suasana asam):
    3MnO42– + 2H+ ➡ MnO2 + 2MnO4– + 2OH–
    3MnO42– + 2H+ + 2H+ ➡ MnO2 + 2MnO4– + 2OH– + 2H+
    3MnO42– + 4H+ ➡ MnO2 + 2MnO4– + 2H2O

    Catatan: di ruas sebelah manakah mesti ditambahkan H+ dan di ruas sebelah manakah mesti ditambahkan OH–? Pada metode ini bebas mau ditambahkan di ruas mana pun, toh nanti pada akhirnya akan dilakukan penyesuaian jika didapat persamaan hasil koefisien yang negatif, tinggal dipindah ke ruas lainnya dan menjadi positif sehingga tidak ada lagi koefisien dengan nilai negatif. Lihat contoh penyelesaian nomor 1.

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar

    Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
    Langganan: Posting Komentar (Atom)

    meCKZINK

    Memuat...

    Arsip Blog

    Topik

    asam dan basa buffer hidrokarbon kesetimbangan kimia kimia kimia unsur laju reaksi makromolekul polimer reaksi redoks sel elektrokimia senyawa karbon soal OSN soal osp soal un termokimia unsur radioaktif

    Popular Posts

    • Proses Pembentukan Minyak Bumi
      Minyak bumi berasal dari sisa-sisa fosil hewan yang telah melapuk di dasar bumi selama jutaan tahun. Minyak bumi disebut juga sebagai baha...
    • Kegunaan Hidrokarbon dalam Bidang Pangan
      Bahan makanan merupakan keperluan hidup manusia di bidang pangan. Senyawa-senyawa yang terkandung di dalam bahan makanan masing-masing memp...
    • Komponen Utama Minyak Bumi
      Komponen utama minyak bumi yaitu senyawa hidrokarbon. Di samping senyawa-senyawa hidrokarbon, minyak bumi pada umumnya mengandung unsur-un...
    • Sifat Sifat Lemak
      sifat-sifat lemak . Lemak memiliki sifat-sifat antara lain seperti berikut. a. Lemak merupakan bahan padat  pada suhu kamar di antaranya ...
    • Sifat Sifat Senyawa Benzena
      1. Sifat fisik senyawa benzena Benzena mempunyai titik didih dan titik leleh yang khas, perhatikan tabel titik didih dan titik leleh beber...
    • Cara Mengidentifikasi Jenis Gaya Antarmolekul (Antarpartikel)
      Tulisan ini akan menjelaskan prosedur menentukan jenis interaksi antarpartikel dari spesi-spesi yang ada. Prosedur untuk dapat mengidentifik...
    • Tatanama Senyawa Benzena
      Tatanama Senyawa Benzena . Untuk memudahkan penamaan senyawa benzena , maka senyawa ini dibagi menjadi tiga kelas yaitu Benzena monosubtitu...

    Navigasi

    • Home
    • disclaimer
    • sitemap
    Ehcrodeh. Diberdayakan oleh Blogger.
    Copyright © KMA. Template by : Petunjuk Onlene